Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Sigap! Polsek Pangkalan Bersama Warga Evakuasi Korban Tenggelam di Air Terjun Lubuk Tagaru

×

Sigap! Polsek Pangkalan Bersama Warga Evakuasi Korban Tenggelam di Air Terjun Lubuk Tagaru

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota  |  Mentrengnews.com – Peristiwa duka terjadi di kawasan Air Terjun Lubuk Tagaru, Sarosah Tinggi, Jorong Banjaranah, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Jumat (3/4/2026) siang.

Seorang pemuda berinisial R.S.B. (23), asal Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Provinsi Riau, dilaporkan tenggelam saat berenang di lokasi wisata tersebut.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Kapolsek Pangkalan AKP Hendra, S.H., M.H. bersama personel Polsek Pangkalan langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

Proses pencarian turut melibatkan Wali Nagari Pangkalan, perangkat jorong, unsur Bamus, serta warga setempat yang bahu-membahu membantu upaya evakuasi.

Berdasarkan keterangan saksi, korban datang bersama tiga rekannya dari Pekanbaru menggunakan sepeda motor dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat mandi dan berenang di area air terjun, korban diduga terpeleset hingga jatuh ke bagian bawah air terjun. Korban sempat meminta pertolongan sebelum akhirnya hilang dari permukaan air.

Rekan korban sempat melakukan pencarian awal dengan menyelam selama kurang lebih satu jam, namun korban belum berhasil ditemukan. Mereka kemudian meminta bantuan masyarakat dan pihak kepolisian.

Medan menuju lokasi yang cukup berat, berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman dengan akses jalan setapak, menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.

Berkat kerja sama dan semangat gotong royong seluruh unsur di lapangan, korban akhirnya ditemukan pada pukul 17.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan tandu menuju permukiman warga dan dibawa ke Puskesmas Pangkalan untuk pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka robek di bagian dagu dan memar pada bagian dada.

Pihak kepolisian telah menghubungi keluarga korban pada malam harinya. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah, menolak dilakukan autopsi, serta menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun secara hukum.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan saat berkunjung ke lokasi wisata alam, khususnya di area perairan yang memiliki risiko tinggi.(debby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *