Di Tanah Kelahiran Sendiri Masih Ada Kasus Stunting, Penghargaan Terbaik Itu Cuma Hiasan!
Lampung Selatan | Mentrengnews.com –
5 Mei 2026 — Seorang Aktivis Pemerhati Sosial Provinsi Lampung yang juga menjabat sebagai Ketua Umum LSM Pro Rakyat, Aqrobin AM, menyampaikan reaksi kerasnya setelah membaca berita yang dimuat oleh Mentrengnews.com edisi hari ini, 5 Mei 2026.
Aqrobin AM merupakan sosok yang sudah sangat dikenal di tengah masyarakat. Sepanjang perjuangannya, beliau konsisten membela dan memperjuangkan hak-hak rakyat, bahkan tidak segan-segan melaporkan pejabat-pejabat tinggi yang dinilai lalai atau menyimpang dan pengaruh dan jaringan perjuangannya sudah meluas hingga ke tingkat pusat.
Namun kali ini, kemarahan beliau muncul bukan karena kasus di daerah lain, melainkan di tanah kelahirannya sendiri, tepatnya di Kecamatan Rajabasa.
Beliau menyatakan rasa kecewa dan malu yang mendalam karena masih ditemukan kasus stunting yang parah, yang ternyata selama ini luput dari perhatian pihak-pihak yang berwenang.
“Saya sangat Kecewa dan sekaligus merasa malu luar biasa. Bagaimana mungkin di daerah sendiri tempat saya lahir dan besar, masih ada kasus seperti ini?
Ini membuktikan bahwa Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, dan yang paling saya sesalkan lagi adalah pihak UPTD Puskesmas Rajabasa, bekerja dengan sangat lalai! Bagaimana bisa hal sebesar ini tidak terdeteksi dan tidak tertangani sejak dini?” tegas Aqrobin AM dengan nada tinggi.
Beliau kemudian memberikan pernyataan tegas langsung kepada pejabat terkait:
“Kalau Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Rajabasa merasa tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, lebih baik segera lambaikan tangan dan mundur secara baik-baik!
Jangan memegang jabatan tapi tidak bisa bekerja. Kalau Anda merasa mampu, jawab pertanyaan ini: Kenapa kasus stunting seperti ini bisa luput dari pengawasan selama bertahun-tahun? Ini sangat memalukan sekali! Saya sebagai putra daerah merasa tertampar sekali atas kejadian ini!”
Tidak hanya itu, Ketua Umum LSM Pro Rakyat Yang Sudah berulang kali melaporkan kasus besar di Lampung ke tingkat pusat ini juga menyoroti kinerja Camat Rajabasa:
“Saya juga sangat menyayangkan kinerja Camat Rajabasa. Kalau Bapak merasa tidak mampu menduduki jabatan sebagai Camat, lebih baik mundur saja dari posisi tersebut!
Jangan memegang amanah tapi tidak bisa memberikan pelayanan dan pengawasan yang baik untuk masyarakat,” ujarnya dengan nada yang penuh kesal.
Sebagai putra daerah sekaligus pemimpin organisasi yang memiliki kredibilitas nasional, beliau merasa tertampar martabatnya dengan fakta yang baru terungkap tersebut.
Oleh karena itu, beliau menyampaikan permintaan resmi kepada Bupati Lampung Selatan untuk segera turun tangan langsung dan melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja seluruh jajaran bawahannya.
“Saya minta Bupati segera mengaudit kerja semua bawahannya. Kalau dilihat dari kenyataan di lapangan, penghargaan terbaik yang pernah diraih Kabupaten Lampung Selatan dalam program penurunan stunting itu bohong besar! Itu semua hanya hiasan belaka, hanya pajangan di lemari saja!”
Lebih lanjut beliau menegaskan:
“Mereka semua hanya cari muka, hanya sibuk membangun citra di atas kertas dan di hadapan publik. Tapi faktanya? Kerja nyata di lapangan tidak ada sama sekali!
Rakyat yang menjadi korban, anak-anak yang seharusnya menjadi prioritas justru dibiarkan menderita. Ini harus dibongkar habis dan dipertanggungjawabkan!”
Aqrobin AM juga menegaskan bahwa dirinya dan seluruh jajaran LSM Pro Rakyat akan ikut mengawal kasus ini sampai tuntas, demi keadilan dan masa depan generasi bangsa di tanah kelahirannya sendiri.
Saat di konfirmasi,
Camat Rajabasa, Firdaus dan Kepala UPTD Puskesmas tidak memberikan tanggapan apapun hingga berita ini di terbitkan,
Redaksi Mentrengnews.com
Penulis: Sholeh MTV
Mengawal Suara Dan Jeritan Rakyat








