LIMA KAUM | Mentrengnews.com – Suasana hening seketika pecah oleh deru tembakan salvo yang menggelegar tiga kali berturut-turut di langit Jorong Bukitgombak, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum. Suara dentuman senjata itu bukan tanda bahaya, melainkan salam perpisahan terakhir dan penghormatan tertinggi negara kepada almarhum Peltu (Purn) Sardi, dalam upacara pemakaman militer yang dipimpin langsung oleh Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol Arm Hendriyana, S.Sos., M.M, Minggu (31/05/2026).
Tembakan salvo merupakan prosesi paling sakral dalam tata upacara pemakaman militer TNI. Dilakukan oleh regu tembak khusus yang berbaris rapi, tembakan ke udara ini menyimbolkan pelepasan arwah prajurit untuk kembali ke pangkuan Sang Pencipta dengan kemuliaan sebagai seorang ksatria bangsa. Bagi keluarga almarhum, suara salvo tersebut menjadi kenangan abadi bahwa ayah/suami mereka telah diakui jasanya oleh negara.
Komandan Kodim 0307/TD menjelaskan makna mendalam di balik tradisi ini. “Tembakan salvo adalah bahasa kehormatan TNI. Ini menunjukkan bahwa almarhum Peltu (Purn) Sardi bukanlah orang biasa, melainkan seorang prajurit yang pernah bersumpah setia membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap dentuman adalah ungkapan terima kasih institusi atas pengabdian beliau,” ujar Dandim.
Prosesi pemakaman berlangsung sangat tertib dan penuh emosi. Setelah jenazah dimakamkan, Komandan Upacara memberikan aba-aba “Siap Tembak!”. Regu salvo yang terdiri dari prajurit pilihan kemudian mengangkat senjata serentak. Dengan komando “Tembak!”, tiga kali tembakan dilepaskan ke angkasa, disusul dengan keheningan total sebagai bentuk meditasi dan doa bersama.
Istri almarhum, tampak meneteskan air mata saat mendengar suara salvo. “Suara itu membuat saya bangga sekaligus sedih. Saya tahu suami saya dihormati. Terima kasih Bapak Dandim dan rekan-rekan TNI yang telah memperlakukan suami saya seperti pahlawan,” ucapnya lirih.
Selain tembakan salvo, rangkaian upacara juga mencakup pemasangan bendera Merah Putih di atas liang lahat sebagai simbol bahwa almarhum telah menyelesaikan tugasnya menjaga kedaulatan negara. Bendera tersebut nantinya akan diserahkan kepada ahli waris sebagai kenang-kenangan jasa.
Kehadiran Dandim 0307/TD secara langsung memimpin prosesi hingga selesai, termasuk ikut serta dalam peninbunan jenazah ke liang lahat, menunjukkan kedekatan emosional antara pimpinan satuan dengan anggota/purnawirawannya. Hal ini sejalan dengan filosofi TNI bahwa “Satu Komando, Satu Rasa, Satu Jiwa” tidak putus meski seorang prajurit telah purna tugas.
Upacara ditutup dengan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara (Dandim) bahwa seluruh rangkaian pemakaman militer telah dilaksanakan dengan baik dan khidmat. Almarhum Peltu (Purn) Sardi kini telah beristirahat dengan tenang di pemakaman keluarga Jorong Bukitgombak, didampingi doa restu dari seluruh elemen masyarakat sekitar dan jajaran Kodim 0307/Tanah Datar. (Pendim 0307)








