Example floating
Example floating
Example 728x250
Example 728x250
Example 728x250
Daerah

Usung Semangat 4 Silih, Paguyuban Warga Sunda se-Sumbar Gelar Kongres V di Bukittinggi

×

Usung Semangat 4 Silih, Paguyuban Warga Sunda se-Sumbar Gelar Kongres V di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini

Bukittinggi  |  MentrengNews.com – Paguyuban Warga Sunda se-Sumatera Barat (PWSB) menggelar Kongres V di Balai Pelatihan Penyuluhan Pertanian (UPTD) Kota Bukittinggi, Minggu (04/10/2026).

Kongres yang dihadiri perwakilan dari 15 kabupaten/kota se-Sumbar ini mengusung tema _”Dengan Semangat Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh dan Silih Wawangi”_.

Ketua Pelaksana Kongres V, Heri Haerudin, mengatakan kongres merupakan forum tertinggi organisasi yang digelar secara rutin. Selain menjadi ajang silaturahmi warga Sunda di perantauan, kongres juga membahas penyempurnaan AD/ART dan program kerja lima tahun ke depan.

“Alhamdulillah peserta hadir dari berbagai daerah, mulai dari Pesisir Selatan, Pasaman, Dharmasraya, hingga Kota Padang. Ini momentum memperkuat persatuan dan kontribusi warga Sunda untuk pembangunan Sumatera Barat,” ujar Heri.

Agenda utama Kongres V adalah pemilihan Ketua Umum PWSB periode 2026-2031, serta penguatan peran paguyuban di bidang sosial, budaya, dan ekonomi.

Kongres dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, S.TP. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan Kongres V di Kota Bukittinggi.

Menurutnya, keberadaan paguyuban warga Sunda telah memberikan kontribusi positif terhadap kehidupan sosial dan pembangunan Kota Bukittinggi.

“Kita sangat bersyukur karena keluarga Sunda di Bukittinggi bisa memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan kota. Kita berharap warga Sunda dan seluruh warga lainnya bisa semakin guyub, akur, toleran dan saling bersaudara,” ujar Ibnu Asis.

Sementara itu, Ketua PWS Bukittinggi, Rudi, menjelaskan bahwa keberadaan paguyuban warga Sunda di Bukittinggi memiliki sejarah panjang. Sebelum bernama PWS, organisasi ini sempat bernama Keluarga Jawa Barat hingga PWJB.

Menurut Rudi, Kongres V menjadi momentum penting untuk menelusuri sejarah organisasi sekaligus melakukan pendataan kembali warga Sunda yang ada di Sumatera Barat.

“Khusus di Bukittinggi, warga Sunda turut berkontribusi melalui kesenian dan UMKM. Sebagian besar bergerak di bidang kuliner seperti bubur Pasundan, siomay, batagor, bakso, martabak Bandung dan lainnya,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh keakraban, mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman di Ranah Minang.(Uncu Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *