Example floating
Example floating
Example 728x250
PeristiwaDaerah

Warga Binaan Rutan Batusangkar Sulap Polybag Jadi Lahan Produktif, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

×

Warga Binaan Rutan Batusangkar Sulap Polybag Jadi Lahan Produktif, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com  |  Batusangkar, INFO_PAS – Di tengah keterbatasan ruang, warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Batusangkar menunjukkan semangat luar biasa dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui program pembinaan kemandirian, mereka mengelola budidaya tanaman pangan dalam polybag, sebuah inovasi sederhana yang menghasilkan panen berlimpah dan membawa harapan baru.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Rutan Batusangkar ini melibatkan WBP yang dengan tekun merawat berbagai jenis tanaman pangan, seperti cabai, terong, seledri, hingga sayur mayur. Dengan memanfaatkan polybag sebagai media tanam, mereka berhasil mengatasi keterbatasan lahan, menjadikan setiap sudut rutan sebagai ladang hijau yang produktif. Program ini tidak hanya menghasilkan sayuran segar untuk kebutuhan internal rutan, tetapi juga memupuk jiwa kemandirian dan disiplin di kalangan WBP.

Kepala Rutan Batusangkar, Elfiandi, mengungkapkan kebanggaannya atas dedikasi para WBP. “Kegiatan ini adalah wujud nyata dari pembinaan kemandirian. Warga binaan tidak hanya belajar keterampilan bertani, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kerja keras, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap ini menjadi bekal berharga bagi mereka saat kembali ke masyarakat,” ujarnya. Kamis (19/6/2025).

Proses budidaya dimulai dari penyediaan bibit unggul, pengolahan media tanam, hingga perawatan rutin seperti penyiraman dan pemupukan. Para WBP dibimbing oleh petugas. “Awalnya saya ragu, tapi ternyata menanam di polybag itu mudah dan hasilnya nyata. Sekarang saya merasa bangga bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ungkap Randa, salah seorang WBP yang terlibat.

Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas, WBP Rutan Batusangkar membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Polybag-polybag kecil ini telah menjadi simbol harapan, kerja keras, dan langkah nyata menuju kemandirian serta ketahanan pangan yang berkelanjutan. (JR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *