TANAH DATAR | Mentrengnewa.com – Sebuah peristiwa mengkhawatirkan terjadi di Jorong Taruko, Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Pada Kamis (21/5/2025) sekira pukul 10.00 WIB, ditemukan retakan struktural pada jembatan jalan provinsi yang merupakan akses vital penghubung antara Kecamatan Sijunjung, Lintau Buo, dan menuju Payakumbuh (Kabupaten Lima Puluh Kota).
Mengetahui hal tersebut, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Lintau Buo bersama personel Babinsa Koramil 04/Lintau Buo dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta Bina Marga Provinsi Sumatera Barat segera turun ke lokasi untuk melakukan evaluasi kondisi jembatan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, retakan muncul di bagian abutment (pondasi ujung) dan sebagian badan jembatan akibat adanya pergeseran tanah di sekitar pilar jembatan. Meskipun belum ada tanda-tanda keruntuhan total, kondisi ini dinilai sangat berbahaya jika dilalui oleh kendaraan bermuatan berat atau dalam jumlah padat.
“Kami menemukan retakan memanjang selebar kurang lebih 5-10 cm di sisi jembatan. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kami segera mengambil langkah pengamanan dengan menutup sementara arus lalu lintas untuk kendaraan berat dan mengalihkannya ke jalur alternatif,” ujar Kapolsek Lintau Buo, di lokasi kejadian.
Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol Arm Hendrayana, S. Sos., M.M, yang menerima laporan tersebut, segera mengerahkan personel Babinsa untuk membantu pengaturan lalu lintas dan memberikan imbauan kepada masyarakat pengguna jalan. “Keselamatan jiwa adalah prioritas utama. Kami mengimbau kepada seluruh pengendara, terutama truk dan bus, untuk berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Jangan memaksakan diri melewati jembatan jika kondisi dirasa tidak aman,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatera Barat melalui perwakilan di lapangan menyatakan bahwa tim teknis akan segera melakukan inspeksi detail menggunakan alat ukur struktur untuk menentukan tingkat kerusakan. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan darurat atau by-pass jika diperlukan. Evaluasi lengkap akan kami sampaikan dalam 24 jam ke depan,” jelasnya.
Akibat penutupan sebagian lajur jembatan, arus lalu lintas dari arah Sijunjung menuju Payakumbuh mengalami kemacetan ringan hingga sedang. Petugas gabungan TNI-Polri-Dishub terus berupaya mengatur lalulintas agar tidak terjadi kemacetan panjang.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui BPBD juga telah siaga memantau kondisi cuaca dan stabilitas tanah di wilayah tersebut, mengingat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi faktor pemicu pergeseran tanah di bawah pondasi jembatan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, dan menggunakan jalur alternatif jika memungkinkan hingga kondisi jembatan dinyatakan aman kembali.
(Pendim 0307)








