Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

WASPADA! SMKN 1 SRAGI BANYAK SISWANYA TERPAPAR JUDOL, PIHAK SEKOLAH DI DUGA ABAI DAN LALAI

×

WASPADA! SMKN 1 SRAGI BANYAK SISWANYA TERPAPAR JUDOL, PIHAK SEKOLAH DI DUGA ABAI DAN LALAI

Sebarkan artikel ini

Sragi, Lampung Selatan |  Mentrengnews.com – 15 Mei 2026, Dunia pendidikan seharusnya menjadi benteng pelindung bagi generasi muda dari segala hal yang bisa merusak masa depan mereka. Namun, kenyataan pahit justru menimpa salah satu keluarga warga Kecamatan Sragi. Seorang siswa yang bersekolah di SMKN 1 Sragi harus menelan pil pahit setelah terjerat praktik judi daring atau yang kerap disebut judol, yang berujung pada kekecewaan mendalam, kerugian materiil jutaan rupiah, hingga terpaksa harus ditarik dan dipindahkan sekolahnya.

Perlu ditegaskan, kejadian ini berlangsung beberapa bulan lalu, saat jabatan Kepala Sekolah masih dipegang oleh Bapak Marjuki. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kasus ini bermula ketika siswa tersebut mulai diajak dan dipengaruhi oleh salah satu kakak kelasnya sendiri untuk terlibat dalam aktivitas perjudian daring.

Meskipun ajakan dan transaksinya terjadi di luar lingkungan sekolah, namun benih kebiasaan buruk itu tumbuh dan menyebar dari lingkungan pergaulan yang terbentuk di dalam lembaga pendidikan itu sendiri.

Praktik ini sudah berlangsung lama dan menjadi kebiasaan di kalangan siswa, namun sama sekali tak terdeteksi dan dicegah oleh pihak sekolah. Inilah bukti nyata betapa lemahnya pengawasan dan pembinaan di SMKN 1 Sragi.

Dampak yang ditimbulkan sangat parah. Selain terjebak dalam lingkaran kebiasaan yang merusak, siswa itu juga terlilit utang dalam jumlah jutaan rupiah akibat kekalahannya berjudi.

Situasi ini memuncak hingga membuat wali murid yang berasal dari wilayah Sragi itu tidak punya pilihan lain. Dengan berat hati, anaknya dicabut dan ditarik pulang agar tidak bersekolah lagi di tempat itu pada tahun ajaran berjalan ini, serta direncanakan akan masuk ke sekolah lain mulai tahun ajaran mendatang.

Yang paling menyakitkan dan membongkar sikap tak bertanggung jawab pihak sekolah: hingga saat ini, SMKN 1 Sragi tidak pernah sekalipun mengucapkan satu kata pun permintaan maaf, apalagi berinisiatif datang menemui dan mendengarkan keluhan wali murid yang anaknya jelas-jelas menjadi korban lingkungan sekolahnya sendiri.

Ketika dikonfirmasi, tanggapan dari pihak sekolah pun terasa sangat datar, formal belaka, dan tak ada rasa tanggung jawab sedikit pun. Kepala Sekolah hanya menyatakan singkat: “Baik pak nanti kita manajemen sekolah akan follow up dan tindak lanjuti, Terima kasih atas informasi yang disampaikan.”

Namun, hingga saat ini, janji “tindak lanjut” itu hanya tinggal kalimat kosong semata. Tidak ada langkah nyata, tidak ada penjelasan, apalagi permintaan maaf yang tulus disampaikan kepada keluarga korban. Ini membuktikan bahwa bagi pengelola sekolah ini, nasib murid dan rasa sakit hati orang tua bukanlah hal yang menjadi perhatian utama.

“Kami sudah percaya, kami serahkan anak kami dididik di sana. Kami kira sekolah menjaga akhlak dan pergaulannya, ternyata diajak berjudi oleh kakak kelasnya sendiri. Kami harus melunasi utang yang jumlahnya tidak sedikit, hati kami hancur.

Tapi sampai hari ini, guru, kepala sekolah, siapa pun dari pihak sekolah tidak pernah datang, tidak pernah meminta maaf, seolah tidak terjadi apa-apa. Jawabannya cuma ‘nanti ditindaklanjuti’, tapi nyatanya tidak ada apa-apa.

Ini yang membuat kami sangat khawatir, ternyata banyak siswa lain juga terpapar hal serupa dan dibiarkan begitu saja,” ungkap wali murid dari wilayah Sragi itu.

Fakta ini mengundang pertanyaan serius dari masyarakat dan pemerhati pendidikan.Jika pihak Sekolah berdalih bahwa kejadiannya terjadi di luar lingkungan sekolah, sehingga bukan menjadi tanggung jawab lembaga. Namun pandangan itu dinilai sangat lemah dan tak bisa dibenarkan.

Sekolah bukan sekadar tempat mempelajari pelajaran akademik semata, melainkan lembaga yang bertugas membentuk karakter, menjaga akhlak, serta mengawasi perilaku dan pergaulan siswanya kapan pun dan di mana pun mereka berada, selama masih tercatat sebagai muridnya.

Jika kebiasaan buruk seperti judi daring bisa menyebar luas dan berlangsung lama tanpa ada tindakan apa pun, maka itu adalah bukti nyata kegagalan total dalam pengawasan dan pembinaan.

Permintaan maaf bukanlah tanda kekalahan, melainkan bentuk pengakuan akan rasa empati dan kesadaran bahwa ada hal yang sangat besar luput dari pengawasan.

Sikap diam, jawaban yang hanya formalitas belaka, dan pura-pura tidak tahu yang ditunjukkan pihak sekolah justru mencerminkan sifat arogansi serta hilangnya rasa tanggung jawab moral yang seharusnya menjadi nyawa dari setiap pendidik dan pimpinan lembaga.

“Bayangkan, di sekolah itu banyak siswa yang sudah terpapar judi daring, tapi pengurusnya seolah tidak tahu-menahu. Anak sampai harus pindah, keluarga rugi jutaan, masa depannya terganggu, tapi jawabannya cuma kalimat kosong.

Kalau begini kondisinya, apa gunanya sekolah itu berdiri? Apa gunanya kepala sekolah dan guru digaji rakyat, jika hanya sibuk mengurus administrasi semata tapi membiarkan anak-anak didiknya rusak masa depannya?” tegasnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh warga Kecamatan Sragi, terutama para orang tua: bahaya judi daring sudah meluas dan mengancam anak-anak kita, bahkan sudah mengakar di lingkungan SMKN 1 Sragi.

Jika dibiarkan tanpa penanganan serius, kebiasaan buruk ini akan terus menular dan merusak masa depan lebih banyak siswa lainnya. Sikap abai pihak sekolah sama artinya membuka jalan bagi kerusakan generasi muda.

Secara Tegas !
Walimurid yang merasa anaknya jadi korban kelalaian pihak sekolah, mengingatkan sekaligus menuntut mantan Kepala Sekolah Marjuki beserta jajarannya yang bertugas saat kejadian segera meminta maaf !!!

Kami juga mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Lampung segera turun tangan, menggelar pengawasan ketat, dan melakukan evaluasi total, agar penyebaran judi daring di kalangan siswa SMKN 1 Sragi segera diberantas dan tidak ada lagi korban berikutnya.

Redaksi Mentrengnews.com
Penulis : Sholeh MTV
Mengutamakan Fakta, Menyuarakan Suara Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *