WAY KAMBAS MEMANAS !: 2.000 Massa Siap Kepung Balai TNWK, Gugat Rezim ‘Konservasi Berdarah’ !

Lampung Timur  |  Mentrengnws.com – 9 janiari 2026, Udara di perbatasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) tidak lagi sekadar panas, ia mendidih. Pada Selasa, 13 Januari 2026, ribuan nyawa yang selama puluhan tahun dijadikan “umpan” gajah akan bergerak dalam satu komando. Aliansi Masyarakat Penyangga Bersatu memastikan akan melumpuhkan aktivitas Kantor Balai TNWK melalui aksi massa raksasa “#JILID 1”.

Koordinator aksi, Budi Setiawan, menegaskan bahwa lebih dari 2.000 massa sudah siap membanjiri lokasi. Ini bukan sekadar parade poster, melainkan Mosi Tidak Percaya total terhadap otoritas yang dinilai lebih menyayangi ego birokrasi dan pundi-pundi korporasi ketimbang nyawa petani.

Zonasi Pemanfaatan: Karpet Merah Korporasi, Vonis Mati Petani!
Bara api utama dipicu oleh rencana busuk pengalihfungsian Zona Inti menjadi Zona Pemanfaatan. Aliansi mencium aroma amis eksploitasi di balik kedok pelestarian.
“Ini adalah ‘Kuda Troya’! Mengubah Zona Inti menjadi Zona Pemanfaatan bukan untuk hutan, tapi untuk memberi jalan bagi ‘cukong’ dan aktivitas masif manusia di jantung rimba.

Akibatnya? Gajah akan terdorong keluar dan pemukiman warga akan menjadi medan perang. Kami menolak mati demi bisnis yang dibungkus label konservasi!” teriak Budi Setiawan dengan nada meradang.

4 Ultimatum Rakyat: “Tak Ada Negosiasi di Atas Nisan!”
Aliansi membawa empat tuntutan “Harga Mati” yang tidak bisa ditawar dengan materai atau janji manis:

1.Hentikan Teror Gajah Permanen! Rakyat muak dengan diskusi. Bangun barir/pagar efektif sekarang juga! Jangan biarkan gajah menjajah lahan warga tanpa ada benteng perlindungan dari negara.

2.Audit Investigatif & Ganti Rugi Total! Hentikan sedekah berkedok bansos. Kami menuntut kompensasi penuh atas kerugian materiil dan nyawa. Audit secara publik anggaran konflik yang selama ini gelap!

3.Adili Kelalaian Negara! Nyawa warga bukan angka statistik di atas kertas laporan. Kami menuntut pertanggungjawaban pidana bagi pejabat yang lalai hingga menyebabkan hilangnya nyawa manusia.

3.Batalkan Ambisi Zonasi! Hentikan rencana perubahan zonasi yang hanya memperkeruh konflik demi keuntungan pihak ketiga.
Lawan Perbuatan Melawan Hukum (Onrechtmatige Overheidsdaad)
Selama puluhan tahun, negara dituding melakukan pembiaran yang disengaja. Kemiskinan struktural yang mencekik warga penyangga bukan terjadi karena malas, tapi karena modal mereka ludes diinjak gajah dalam semalam.

“Kami tidak akan pulang sebelum menang. Jika aspirasi ini dibalas dengan kebohongan lagi, kami akan menyeret pimpinan Balai TNWK ke meja hijau sebagai penjahat kemanusiaan. Pejabat harus membayar setiap tetes darah rakyat yang tumpah!” tegas Budi.

INFORMASI PERGERAKAN:
(+62 852-6992-4464)
Koordinator: Budi Setiawan
Kekuatan Massa: 2.000+ Jiwa (Rakyat Penyangga Bersatu)
Waktu: Selasa, 13 Januari 2026 | Pukul 08.00 WIB – Sampai Menang
Titik Tempuh: Kantor Balai TNWK.

Pewarta: (Soleh)

Pos terkait