Example floating
Example floating
Example 728x250
Opini / Artikel

99 Kalimat Syetan/Iblis Dalam Al-Qur’an Dan Strateginya Menyesatkan Manusia

×

99 Kalimat Syetan/Iblis Dalam Al-Qur’an Dan Strateginya Menyesatkan Manusia

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com  –  3. Q.S. AL-BAQARAH (2 ), AYAT: 35
فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ (36)
“lalu keduanya digelincirkan oleh syetan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

Syetan atau Iblis sebagaimana disebutkan dalam ayat 34 surat al-Baqarah, telah menipu dan memperdaya serta menggelincirkan Adam dan Hawa untuk memakan buah pohon yang dilarang Allah. Allah telah melarang mendekati, tetapi bukan hanya mendekati namun keduanya memakan buah yang dilarang tersebut. Syetan menggelincirkan Adam dan Hawa, karena tidak senang dan demdamnya mereka kepada keduanya.

Ketidaksenangan syetan, maka mereka mengadakan tipudaya sehingga Adam dan Hawa terpengaruh dan tersesat. Tipudaya suetan berhasil, sehingga Adam dan Hawa mengikuti ajakan syetan.

Dengan demikian, keduanya disuruh Allah untuk turun ke dunia atau keluar dari surga. Surga yang penuh dengan kenikmatan, kemewahan dan kemuliaan hidup. Dengan mendekati dan memakan buah pohon yang dilarang Allah, berarti keduanya telah melakukan kesalahan dan durhaka terhadap larangan Allah SWT. Satu golongan menggelincirkan, yakni syetan/Iblis.

Satu golongan lagi tergelinsir, yakni Adam dan Hawa, sehingga membuat Allah murka kepada mereka semua. Setan yang sesat dan juga menyesat manusia. Murkanya Allah, Allah menyuruh turun dari tempat yang mulia itu, tidak boleh tinggal di sana lagi sampai waktu yang ditentukan buat Adam dan Hawa.

Bukan hanya disuruh turun/keluar dari surgaNya Allah, tetapi dinyatakan oleh Allah bahwa kamu akan saling bermusuhan sampai di dunia dan sampai hari kiamat.

Dasar permusuhan sudah nampak sejak semula silblis atau syetan tidak mau sujud karena enggan dan sombong merasa diri lebih, menanam dendam dalam batin untuk mencelakakan manusia. Di bumi, di sanalah ditentukan tempat kediaman mereka berdua; tetapi hanya buat sementara. Sampai nyawa berpisah dari jasad. Di bumi itulah mereka menyediakan bekal yang akan mereka bawa kembali menghadap Tuhan apabila waktu yang tertentu bagi hidup itu sudah habis.

Meraka akan berjuang dan menghadapi perjuangan yang berat. Syetan tidak akan berhenti dan tidak akan henti-hentinya berusaha untuk menyesatkan mereka dan anak keturunan mereka. Bila waktu yang telah ditetapkan Allah habis, semuanya akan kembali menghadap-Nya untuk mempertanggungjawabkan kehidupan selama di dunia.

Akan selamatkah Adam dan Hawa serta anak keturunan mereka dari rayuan dan bujukan syetan yang akan terus menggelincirkan dan menyesatkan? Itulah perjuangan yang dilewati di duna ini. Bila selamat, surga menanti. Bila tidak selamat, Neraka menunggu bersama syetan terkutuk. ( Darmiwandi, S. Ag, M.H )

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *