Mentreng.com –
5. Q.S. AL-BAQARAH (2 ), AYAT: 102
5.Syetan Mengerjakan dan Mengajarkan Sihir Kepada Manusia
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (102)
”Dan mereka mengikuti apa yang dibacakan oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan sihir).
Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut; sedangkan keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu). Sebab itu, janganlah kamu kafir” Mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya.
Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat; dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui”.
Berbagai macam usaha dari syetan untuk menyesatkan manusia. Pandainya membuat-buat cerita bohong. Dengan cerita bohong yang disebarkan kepada manusia, maka manusia sehat dan menyesatkan manusia banyak lainnya. Seperti itulah yang terjadi dan dituduhkan kepada Nabi Sulaiman As. Para syetan mengatakan bahwa Nabi Sulaiman kafir dan tukan sihir.
Siapakah syetan-syetan itu? Bukan saja iblis halus yang syetan, manusia kasar itupun kalau telah membuat berbagai ragam dusta, terutama terhadap kesucian Nabi Allah, adalah syetan pula.
Mereka itulah yang syetan dan mereka itulah yang kafir. Selain dari menuduh bahwa Nabi Sulaiman dihari tuanya telah murtad, meninggalkan Allah dan menyembah dewa dara dan berhala-berhala, karena tertarik oleh isteri-isterinya. Mereka katakan pula bahwa Nabi Sulaiman itu banyak sihirnya. Kerajaan dipelihara atas kekuatan sihir. Mereka ajarkan kepada manusia sihir, dan juga yang diturunkan kepada kedua Malaikat di Babil; Harut dan Marut.
Tentang dua orang Malak di negeri Babil, namanya yang seorang Harut dan yang seorang lagi Marut. Ada ahli tafsir yang mengatakan bahwa ada dua orang yang dipandang orang sebagai orang soleh di negeri Babil itu, namanya Harut dan Marut, sehingga lantaran terkenal shalihnya disebut orang mereka malaikat. Sebagai pendusta-pendusta digelari syetan-syetan.
Menurut ahli tafsir yang berpendapat; kedua orang itu, (Harut dan Marut), karena dia orang baik-baik sampai dikatakan orang seperti malaikat. Macam-macam ilmu yang mereka ajarkan.
Ada juga yang meminta diajarkan sihir, merekapun tahu ilmu itu, tetapi siapa yang hendak belajar diberinya nasihat terlebih dahulu, supaya jangan dipergunakan kepada yang buruk. Yang belajar itu berjanji di hadapan keduanya tidak akan mempergunakan kepada yang buruk, tetapi setelah mereka keluar dari tempat gurunya itu, mereka pergunakanlah kepada yang buruk, sehingga dapat menceraikan suami dengan isterinya.
Berbagai macam cerita bohong dan tuduhan yang ditujukan kepada Nabi Sulaiman AS, mulai dari mengatakan bahwa Nabi Sulaiman kafir/menyembah berhala sampai mengatakan tukang sihir. Semuanya itu dibantah oleh Allah SWT. (Darmiwandi, S. Ag, M.H).








