Mentreng.com –
7. Q.S. AL-BAQARAH (2 ), AYAT: 208
7. Jangan Mengikuti Langkah-Langkah Syetan Dalam Mengamalkan Islam
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (208)
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kalian turuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagi kalian”.
Dalam suatu riwayat diterangkan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan permintaan ahli kitab yang telah menyatakan masuk Islam.
Tafsir dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim menjelaskan; “orang-orang ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) yang telah beriman kepada Nabi Muhammad s.a.w. berkata: “Ya Rasulullah, hari sabtu adalah hari yang sangat kami muliakan, bolehkanlah kiranya kami tetap memuliakan hari itu. Dan Kitab Tauratpun Kitab Allah juga, sebab itu biarkanlah kami kalau malam-malam tetap sembahyang secara Taurat”.
Islam mempunyai banyak arti dan pengertian. Yakni; Tunduk, patuh, pasrah, damai, murni, berserah diri kepada Allah dan selamat. Dengan pengertian Orang yang beragama Islam, dia harus tuduk, patuh, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah dan menjalani kehidupan dengan ketundukan secara total terhadap ajaran-ajaran yang telah ditentukan Allah serta mampu menyelamatkan diri sendiri dan juga menyelamatkan orang lain.
Bila seseorang telah masuk Islam dan menyatakan keimanannya kepada Allah dan Nabi Muhammad s.a.w, walau dari manapun asal agamanya sebelumnya; Yahudi atau Nasrani ataupun kepercayaan lainnya atau yang telah dinyatakan dan menyatakan Islam dari lahirnya, maka wajiblah dia mengikuti dan mengamalkan Islam secara utuh dan sepenuhnya, tidak ada lagi membawa-bawa amalan agama dan ajaran sebelumnya serta tidak separoh-separoh mengamalkan ajaran Islam.
Diakui dan dilihat juga bahwa seorang Muslim dalam mengamalkan Islam masih ada kekurangan dan kelemahan dalam mengamalkan ajaran Islam secara utuh dan sempurna 100 %, apalagi zaman sekarang. Namum kita terus dan tidak henti-hentinya melatih diri sampai akhir hayat, berpisahnya nyawa dari badan untuk mengamalkan Islam dan menjadi muslim yang sejati.
Untuk menggapai dan mencapai serta mengamalkan ajaran Islam dengan sempurna dan utuh, kita tidak putus-putusnya dan luput dari rayuan dan godaan syetan melalui cara yang licik. Berbagai cara syetan untuk menggelincirkan manusia agar mereka tidak mengamal Islam secara utuh. Oleh karena itu, Allah sangat banyak memperingatkan kita untuk tidak menuruti langkah-langkah syetan. “Dan janganlah kamu turuti jejak-jejak/langkah-langkah syaitan, sesungguhnya dia bagi kamu adalah musuh yang nyata”.
Syetan adalah musuk yang yang bagi orang beriman, kapan dan dimanapun serta sampai kapanpun mereka tetaplah musuh. Musuh yang tak tampak tetapi ada dan berada kapan dan dimanapun kita berada. Ada juga musuh yang tampak dan hadir di hadapan kita (manusia berjiwa syetan), semuanya wajib dijauhi dan jangan diikuti. ( Darmiwandi, S. Ag, M.H )








