Example floating
Example floating
Example 728x250
Opini / Artikel

99 Kalimat Syetan/Iblis Dalam Al-Qur’an Dan Strateginya Menyesatkan Manusia

×

99 Kalimat Syetan/Iblis Dalam Al-Qur’an Dan Strateginya Menyesatkan Manusia

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com –
8. Q.S. AL-BAQARAH (2 ), AYAT: 268
8. Syetan Menjanjikan Kemiskinan Terhadap Orang Yang Pemurah

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (268)
“Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untuk kalian ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

Allah SWT menjanjikan kepada orang yang orang pemurah atas hartanya bahwa akan melipatgandakan harta yang dinafkahkan di jalan Allah. Dengan mensyukuri nikmat Allah, maka Allah akan menambah hartanya, tetapi bila sebaliknya; siapa yang tidak pandai mensykuri nikmat-Nya, maka azab pedih yang dirasakan kepada orang tersebut. Janji Allah itu pasti.
Lain hal dengan janji syetan, yang menakut nakuti manusia, dia mempengaruhi orang bahwa siapa yang menafkahkan hartanya, maka dia akan ditimpa kefakiran/kemiskinan. Harta yang dikeluarkan akan semakin berkurang jumlahnya. Tujuan syetan menjanjikan hal demikian adalah agar orang kikir dengan harta yang ada di tangan sehingga tidak menginfakkannya ke jalan yang diridai oleh Allah Swt. Selain syetan mencegah manusia untuk berinfak dengan mengelabui akan jatuh miskin karenanya, dia pun memerintahkan untuk melakukan perbuatan maksiat, dosa-dosa, serta hal-hal yang diharamkan dan hal-hal yang bertentangan dengan akhlak yang mulia.
Allah membantah sebagai lawan dari apa yang dianjurkan oleh syetan kepada manusia yang mendorong kepada perbuatan-perbuatan yang keji. “Allah menjanjikan untuk kalian ampunan dari-Nya dan karunia karena Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Memperhatikan ayat diatas mempertunjukkan perjuangan batin orang yang dianjurkan membelanjakan hartanya di jalan Allah. Setiap harta akan dibelanjakan, syaitan selalu ikut campur tangan mepengaruhi dengan bisikan-bisikan bahkan menjanjikan ke dalam hati dan pikiran manusia. “Kalau kamu belanjakan/infakkan harta kamu, maka harta kamu akan semakin berkurang bahkan bisa saja habis, apa yang ada pada kamu nanti lagi. Kamu sudah bersusah payah mencari dan mengumpulkan harta, lalu kamu berikan saja hartamu itu kepada orang lain dan keperluan lainnya?. Kalau kamu ingin mengeluarkan juga dari hartamu, maka berikan saja yang tidak berguna lagi dan yang buruk-buruk saja. Yang bagus-bagusnya kamu simpan. Kalau ada orang yang meminta sumbangan, maka kamu cari saja alasan atau berdiam dan sembunyi saja. Kalau ada yang bertanya, bilang saja bahwa kamu tidak sedang di rumah, dan banyak alasan yang bisa kamu berikan. Kalau diminta juga untuk memberikan sumbangan, maka sampaikan; tolong catat dan siarkan.
Bisikan seperti ini merupakan ujian bagi orang yang beriman dan percaya dengan janji Allah. Orang yang beriman tentu lekas sadar ketika mendapat rayuan dari syaitan itu: “Ini adalah rayuan dan tipudayamu syetan!. Tuhanku telah banyak menerangkan bahwa harta yang aku belanjakan di jalan-Nya pasti akan dibalasi dan diganti-Nya dengan lebih baik dan lebih banyak. Tuhanku Maha Pemurah. Pemurah dalam rezki-Nya dan pemurah pula dalam mengampuni dosa dan kesalahanku. Tetapi engkau adalah syetan yang memperdayakan aku. Au tak akan menurutimu. Engkau syetan hanyalah memperdayakan aku agar menjadi orang yang kikir dan mengatakan harta yang aku belanjakan di jalan Allah akan semakin berkurang bahkan miskin. Aku berlindung kepada Tuhanku agar aku terjauh dari tipudayamu syetan. (Darmiwandi, S. Ag, M.H).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *