Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

“Malewakan Gelar 23 Datuak di Nagari Taeh,Eriswandi Majo Kayo Kuatkan Nilai Adat Basandi Syarak”

×

“Malewakan Gelar 23 Datuak di Nagari Taeh,Eriswandi Majo Kayo Kuatkan Nilai Adat Basandi Syarak”

Sebarkan artikel ini

Lima Puluh Kota  |  Mentrengnews.com — Jorong Parik Dalam, Nagari Taeh, Kecamatan Payakumbuh menjadi pusat perhatian ketika ratusan masyarakat dan tokoh adat berkumpul dalam acara sakral malewakan (melakukan prosesi pengukuhan) gelar Datuak sebanyak 23 orang ,Senin (23/12/2025).

Acara yang juga disebut “batagak pangulu” ini merupakan tradisi turun temurun yang bertujuan mengukuhkan gelar pusaka (sako) pada kaum tertentu di masyarakat Minangkabau.

Hadir dalam acara tersebut berbagai unsur masyarakat, mulai dari niniak mamak (pemimpin adat), alim ulama, cadiak pandai (pemuda), bundo kanduang (pemimpin perempuan), hingga perwakilan pemerintah daerah. Wakil Bupati Limapuluh Kota yang menghadiri acara juga menyampaikan apresiasi, menekankan bahwa upacara adat seperti ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan ke generasi mendatang.

Salah satu yang resmi menyandang gelar baru adalah Drs. Eriswandi, M.Pd. yang diberi gelar Datuak Majo Kayo. Gelar ini menjadi simbol pengukuhan kepemimpinannya di tengah masyarakat, sekaligus pengingat pentingnya memelihara nilai-nilai luhur Minangkabau. “Sebagai pimpinan kaum, ambo mengucapkan terima kasih kepada kamanakan yang telah mengantarkan ambo dari Kampuang Singkuang Suku Caniago untuk mengikuti barolek ‘Godang di Balerong’,” ujarnya dalam pidatonya.

Prosesi adat yang berlangsung khidmat diwarnai dengan penyampaian petatah petitih adat, pemasangan saluak (tutup kepala adat yang menjadi simbol kehormatan), dan penyerahan berbagai simbol adat lainnya kepada penerima gelar. Semua tahapan ini bertujuan meneguhkan legitimasi adat kepada mereka yang baru menjabat, sebagai pemimpin kaum yang bertanggung jawab terhadap anak kemenakan.

Acara ini melibatkan 4 suku di Nagari Taeh Baruah, yaitu Suku Pitopang (5 orang niniak mamak), Suku Sembilan (8 orang), Suku Caniago (7 orang), dan Suku Melayu (3 orang). Dengan dilewatinya upacara ini, diharapkan struktur sosial dan martabat kaum di Nagari Taeh semakin kokoh, serta memperkuat filosofi inti Minangkabau “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.(debby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *