Kota Solok | Mentrengnews.com – Menyongsong perubahan kurikulum terbaru, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Solok menggelar rapat dinas perdana di bulan Februari. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (2/2/2026) ini memadati ruang majelis guru dan diikuti oleh 70 tenaga pendidik serta kependidikan.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala MTsN Kota Solok, Marta Rinalson. Fokus utama pertemuan ini adalah transformasi mutu pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi tanpa mengesampingkan akar pendidikan karakter.
Dalam arahannya, Marta Rinalson menekankan bahwa ekosistem pendidikan di madrasah harus bergerak selaras dengan perkembangan teknologi digital. Namun, ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi hanyalah alat, sedangkan tujuan utamanya adalah pembentukan jati diri siswa.
“Tujuan kita jelas: meningkatkan mutu pembelajaran agar selaras dengan kemajuan zaman. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan menguasai teknologi, tetapi juga memiliki keimanan yang kokoh serta akhlakul karimah,” ujar Marta di hadapan para guru.
Salah satu poin krusial dalam rapat tersebut adalah pembahasan rencana Workshop Pedoman Implementasi Kurikulum yang dijadwalkan pada 9 Februari 2026 mendatang di Gedung Relation. Workshop ini akan membedah secara mendalam KMA Nomor 1503 Tahun 2025.
Regulasi terbaru ini merupakan perubahan atas KMA Nomor 450 Tahun 2024. Poin-poin penting yang menjadi sorotan dalam aturan baru ini antara lain:
• Pengembangan Potensi: Menekankan pada pembentukan manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
• Karakter Pancasila: Internalisasi nilai-nilai karakter bangsa dalam setiap lini pembelajaran.
• Metode Humanis: Mendorong proses belajar mengajar yang lebih substantif dan dilakukan dengan penuh kasih sayang (pedagogi kasih sayang).
Melalui rapat dinas ini, seluruh tenaga pendidik diharapkan memiliki kesepahaman yang sama sebelum mengikuti workshop pekan depan. Perubahan kurikulum melalui KMA 1503 ini dipandang sebagai momentum untuk memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam sains namun tetap menjaga marwah keagamaan. (helda/Yet)
___









