Limapuluh Kota | MentrengNews. Com –
Menindaklanjuti memburuknya kualitas udara akibat Karhutla di provinsi tetangga, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota melalui BPBD dan lintas OPD meningkatkan langkah antisipasi. Data terakhir menunjukkan kualitas udara di wilayah 50 Kota berada pada rentang “Sangat Tidak Sehat” di pagi hari hingga “Tidak Sehat” pada siang hari Senin (7/9/2026)
Langkah Antisipasi yang Sudah Dilakukan:
1. Penyebarluasan Informasi: Pembagian pamflet dan edukasi ke masyarakat.
2. Edukasi ke Sekolah: Penyampaian informasi saat menjadi pembina upacara di sekolah.
3. Sosialisasi di Nagari: Penyampaian edukasi saat Musrenbang RKP Nagari.
4. Koordinasi Lintas Sektor: Rapat koordinasi bersama OPD terkait.
5. Pengusulan Bantuan: Pengusulan masker ke BPBD Provinsi Sumatera Barat.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten 50 Kota menghimbau seluruh Kepala Satuan Pendidikan TK, SD, dan SMP untuk:
1. Hentikan kegiatan luar ruangan. Tidak ada olahraga, senam, upacara, apel, pramuka, dan permainan outdoor hingga kondisi membaik.
2. Pembelajaran di dalam kelas dengan tetap memperhatikan kesehatan dan kenyamanan siswa.
3. Wajibkan penggunaan masker bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan saat berada di luar ruangan. Utamakan masker dengan filtrasi baik.
4. Kurangi paparan udara luar. Atur pintu dan jendela untuk meminimalisir masuknya udara tercemar.
5. Stop pembakaran sampah/daun dan aktivitas lain yang menambah polusi.
6. Pantau kualitas udara berkala melalui sumber resmi.
7. Pantau kesehatan siswa. Jika ada keluhan batuk, sesak, mata perih, segera hentikan aktivitas dan koordinasi dengan orang tua serta faskes.
8. Informasikan ke orang tua untuk membatasi aktivitas anak di luar rumah.
9. Tidak meliburkan sekolah sepihak. Jika kondisi memburuk dalam waktu lama, koordinasikan dengan Dinas Pendidikan untuk opsi Pembelajaran Jarak Jauh.
10. Teruskan himbauan ini kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan.
“Prinsip kita adalah kurangi paparan, lindungi anak, dan tetap tenang. Kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama,” demikian bunyi himbauan tersebut.
Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan Rakyat secara berkala juga melakukan pengujian kualitas udara untuk memantau perkembangan situasi.
Kalaksa BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota Zaimar Hakim mengatakan kepada awak media ‘Kami sudah bergerak cepat sejak menerima informasi adanya peningkatan titik api di provinsi tetangga. Langkah pertama kami adalah memastikan informasi sampai ke masyarakat dan sekolah.
Minggu ini kami akan gelar apel siaga bersama Forkopimda, TNI, Polri, dan PMI. Distribusi masker untuk kelompok rentan seperti lansia, balita, dan penderita ISPA juga sudah kami usulkan ke Provinsi. Kami minta masyarakat tidak panik, kurangi aktivitas di luar rumah, dan gunakan masker jika terpaksa keluar. BPBD 50 Kota bersama OPD terkait terus siaga 24 jam.”
Hal senada juga di sampaikan Oleh Bupati 50 Kota H.Safni Sikumbang “Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Saya sudah instruksikan seluruh OPD, camat, dan wali nagari untuk bergerak bersama mengantisipasi dampak kabut asap ini.
Untuk dunia pendidikan, saya minta kepala sekolah mematuhi himbauan dari Dinas Pendidikan. Jangan ada kegiatan yang membahayakan anak-anak kita. Kepada masyarakat saya imbau untuk tidak membakar lahan dan sampah sembarangan ujarnya.
Mari kita jaga bersama kualitas udara di 50 Kota. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan Provinsi dan BNPB agar bantuan logistik dan dukungan lainnya bisa segera kita terima tutup Bupati.(Debby)








