Batusangkar | MentrengNews. Com — Gelanggang Pacu Kuda Dang Tuanku di Bukit Gombak kembali bergemuruh. Ajang bergengsi Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Bupati Cup Tanah Datar 2026 resmi dimulai hari ini, Minggu (18/10/2026), dan akan berlanjut hingga Senin esok. Mengusung tema besar “Tradisi Budaya Sportivitas”, event ini tidak hanya menjadi ajang adu cepat, melainkan juga pembuktian bahwa olahraga tradisional Minangkabau mampu bertransformasi menjadi kompetisi berstandar nasional.
Ketua Pelaksana, Bayu S., mengungkapkan bahwa gelaran tahun ini menyajikan skala yang masif dengan 15 kelas pacuan. Mulai dari kelas lokal, terbuka, Derby, hingga kelas Draft dengan jarak tempuh yang menantang, yakni antara 2.400 hingga 3.200 meter.
“Variasi jarak dari 600 meter hingga 3.200 meter, ditambah klasifikasi tinggi dan umur kuda, menuntut strategi dan ketahanan ekstra dari para joki. Ini yang membuat lintasan Dang Tuanku hari ini sangat menantikan kejutan,” ujar Bayu.
Bukti Kemandirian: Nol Rupiah dari APBD
Salah satu sorotan utama dari Bupati Cup 2026 ini adalah kemandirian finansialnya. Bayu menegaskan bahwa penyelenggaraan event akbar ini sama sekali tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh biaya operasional dan hadiah ditutup murni melalui kemitraan sponsor dan donatur.
Fakta ini menunjukkan tingginya nilai komersial dan prestise dari event pacu kuda di Tanah Datar. Bupati Tanah Datar yang juga menjabat sebagai Ketua PORDASI setempat, turut turun tangan secara personal menjembatani para sponsor.
Dukungan besar datang dari Bank Nagari sebagai sponsor utama dengan kontribusi Rp100 juta. Disusul oleh Semen Padang (Rp10 juta), Ketua PORDASI Sumbar (Rp10 juta), Sadi (Rp2,5 juta), dan Sentral (Rp500 ribu). Secara total, panitia berhasil menghimpun dana sponsor yang ditaksir mencapai Rp130 juta.
Magnet Peserta Lintas Pulau
Reputasi Dang Tuanku sebagai salah satu gelanggang pacu kuda terbaik di Sumatera Barat terbukti ampuh menyedot peserta dari berbagai daerah. Tak hanya dari kantong-kantong pacu kuda di Sumbar seperti Padang Pariaman, Agam/Bukittinggi, Solok, Pariaman, Padang Panjang, Payakumbuh, Padang, dan Sawahlunto, event ini juga menjadi magnet bagi peserta luar provinsi.
Bendera kontingen dari Kuningan dan Indramayu (Jawa Barat), hingga Sumatera Utara, turut berkibar di Batusanggar. Mereka datang untuk menaklukkan lintasan Bukit Gombak dan memperebutkan gelar di kelas-kelas prestisius.
Lebih dari Sekadar Tontonan
Di balik riuhnya sorak sorai penonton dan derap pacuan kuda, panitia dan PORDASI memikul tanggung jawab besar. Profesionalitas tata kelola, keselamatan joki maupun kuda, serta transparansi penggunaan dana sponsor menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
Pacu Kuda Bupati Cup 2026 bukan sekadar tentang siapa yang pertama kali menyentuh garis finis. Event ini adalah ujian pembuktian bahwa warisan budaya Ranah Minang dapat dikelola secara modern, adil, dan profesional, sekaligus menjadi lokomotif penggerak roda ekonomi masyarakat Tanah Datar di akhir pekan ini. (Red)










