Example floating
Example floating
Example 728x250
Example 728x250
Example 728x250
Daerah

Kolaborasi TNI dan Masyarakat: Letkol Jimson Andre Siahaan Saksikan Semarak Tradisi Pacu Kuda di Bukit Gombak

×

Kolaborasi TNI dan Masyarakat: Letkol Jimson Andre Siahaan Saksikan Semarak Tradisi Pacu Kuda di Bukit Gombak

Sebarkan artikel ini

Batusangkar | MentrengNews. Com — Gelanggang Pacu Kuda Dang Tuanku di Bukit Gombak, Tanah Datar, kembali bergemuruh oleh derap kaki kuda dan sorak sorai ribuan penonton, Minggu (18/10/2026). Ajang bergengsi Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Bupati Cup Tanah Datar 2026 resmi dibuka, menandai dimulainya dua hari penuh kompetisi yang mengusung semangat “Tradisi Budaya Sportivitas”.

Suasana pembukaan terasa istimewa dengan hadirnya Komandan Yonif TP 951/Pandeka Marapi, Letkol Inf Jimson Andre Siahaan, S.S.T.Han., S.I.P., M.M., yang turut menyaksikan langsung gelaran akbar tersebut. Kehadiran perwira menengah TNI AD ini menjadi simbol kuat bahwa pelestarian budaya lokal bukan hanya tanggung jawab masyarakat dan pemerintah daerah, melainkan juga menjadi perhatian serius aparatur negara, termasuk TNI, sebagai bagian dari upaya menjaga kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

Simbol Sinergi TNI dan Masyarakat

Kehadiran Danyonif 951/Pandeka Marapi di tengah-tengah masyarakat pencinta pacu kuda memberikan pesan bahwa tradisi Minangkabau memiliki nilai yang layak dijaga bersama. Sinergi antara unsur militer, pemerintah daerah, PORDASI, dan masyarakat ini menjadi modal penting bagi kelangsungan event tahunan yang semakin matang secara penyelenggaraan.

“Ini adalah bukti bahwa budaya kita, khususnya pacu kuda, memiliki daya tarik yang mampu menyatukan berbagai elemen. TNI hadir bukan hanya sebagai pengaman, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut melestarikan warisan leluhur,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat di sela-sela pembukaan.

15 Kelas Pacuan, Tantangan Lintas Provinsi

Ketua Pelaksana, Bayu S., mengungkapkan bahwa gelaran tahun ini menyajikan skala yang masif dengan 15 kelas pacuan. Mulai dari kelas lokal, terbuka, Derby, hingga kelas Draft dengan jarak tempuh yang menantang, yakni antara 2.400 hingga 3.200 meter.

“Variasi jarak dari 600 meter hingga 3.200 meter, ditambah klasifikasi tinggi dan umur kuda, menuntut strategi dan ketahanan ekstra dari para joki. Lintasan Dang Tuanku hari ini siap menyajikan kejutan,” ujar Bayu.

Reputasi Dang Tuanku sebagai salah satu gelanggang pacu kuda terbaik di Sumatera Barat terbukti ampuh menyedot peserta dari berbagai daerah. Tak hanya dari kantong-kantong pacu kuda di Sumbar seperti Padang Pariaman, Agam/Bukittinggi, Solok, Pariaman, Padang Panjang, Payakumbuh, Padang, dan Sawahlunto, event ini juga menjadi magnet bagi peserta luar provinsi. Bendera kontingen dari Kuningan dan Indramayu (Jawa Barat), hingga Sumatera Utara, turut berkibar di Batusangkar untuk memperebutkan gelar di kelas-kelas prestisius.

Bukti Kemandirian: Nol Rupiah dari APBD

Salah satu sorotan utama dari Bupati Cup 2026 ini adalah kemandirian finansialnya. Bayu menegaskan bahwa penyelenggaraan event akbar ini sama sekali tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh biaya operasional dan hadiah ditutup murni melalui kemitraan sponsor dan donatur.

Fakta ini menunjukkan tingginya nilai komersial dan prestise dari event pacu kuda di Tanah Datar. Bupati Tanah Datar yang juga menjabat sebagai Ketua PORDASI setempat, turut turun tangan secara personal menjembatani para sponsor. Dukungan besar datang dari Bank Nagari sebagai sponsor utama dengan kontribusi Rp100 juta, disusul oleh Semen Padang (Rp10 juta), Ketua PORDASI Sumbar (Rp10 juta), Sadi (Rp2,5 juta), dan Sentral (Rp500 ribu). Secara total, panitia berhasil menghimpun dana sponsor yang ditaksir mencapai Rp130 juta.

Lebih dari Sekadar Tontonan

Di balik riuhnya sorak sorai penonton dan derap pacuan kuda, panitia dan PORDASI memikul tanggung jawab besar. Profesionalitas tata kelola, keselamatan joki maupun kuda, serta transparansi penggunaan dana sponsor menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk kehadiran tokoh seperti Danyonif 951/Pandeka Marapi, Pacu Kuda Bupati Cup 2026 menjadi ujian pembuktian bahwa warisan budaya Ranah Minang dapat dikelola secara modern, adil, dan profesional. Lebih dari itu, event ini menjadi lokomotif penggerak roda ekonomi masyarakat Tanah Datar, sekaligus memperkuat ikatan sinergitas antara TNI dan rakyat yang selama ini menjadi kekuatan utama bangsa.

Kompetisi akan berlanjut hingga Senin (19/10/2026) esok, dengan rangkaian final di kelas-kelas unggulan yang diprediksi akan menyita perhatian ribuan penonton dari berbagai daerah. (Pendim 0307)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *