Mentreng.com | Pariangan – Sebagai salah satu pengganti daging, saat ini jamur tiram banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena manfaatnya yang baik untuk tubuh manusia. Jadi, tidak heran bila permintaan atas jenis jamur ini meningkat di pasar. Untuk bisa memanfaatkan peluang ini, Anda bisa mulai mempelajari berbagai hal tentang cara budidaya jamur tiram.
Pada dasarnya, jamur ini mempunyai ciri khas tersendiri, yang mana bentuknya mirip seperti cangkang tiram dan lebar, serta memiliki warna putih.
Jamur tiram ini adalah salah satu jamur yang bisa dikonsumsi karena memiliki nilai gizi yang sangat tinggi namun rendah kalori. Terlebih lagi untuk yang sedang menjalankan program diet, konsumsi jamur tiram adalah pilihan yang tepat karena didalamnya tidak ada kandungan lemak dan justru kaya akan vitamin D dan B12.
Karena manfaatnya yang sangat banyak ini, maka tidak heran jika saat ini banyak orang yang tertarik untuk mengkonsumsi jamur tiram. Bahkan, sudah banyak produsen jamur tiram yang meraup banyak sekali keuntungan karena banyaknya permintaan jamur tiram di pasar.
Dandim 0307/TD Letkol Inf Wisyudha Utama melalui Pgs Danramil 03/Prg Serma Adrian menerangkan, Keunggulan Budidaya Jamur Tiram agar bisa lebih termotivasi lagi.

Cocok Di Segala Musim, Sebenarnya, cara budidaya jamur tiram itu sendiri sangatlah mudah. Kenapa? Karena jamur ini sangat bersahabat dengan berbagai musim yang ada di Indonesia. Bahkan bila kita berada di wilayah dengan iklim panas sekalipun, tidak menjadikan masalah untuk melakukan budidaya jamur tiram ini. Karena sifatnya yang bisa beradaptasi di berbagai cuaca ini, maka budidaya jamur tiram sangat cocok untuk dilakukan oleh kita yang ingin menghasilkan banyak uang setiap tahun.
Dapat Dibudidayakan Di Pekarangan Rumah, Walaupun kita tidak memiliki lahan yang luas sekalipun, kita masih bisa melakukan budidaya jamur tiram di pekarangan rumah yang sempit. Kenapa? Karena cara budidaya jamur tiram itu sendiri umumnya menggunakan sistem bertingkat atau menggunakan sistem gantung baglog. Sehingga, dalam memulainya Anda tidak perlu menyediakan banyak tempat.
Tidak Membutuhkan Modal Besar
Melakukan budidaya jamur tiram itu sendiri sangatlah sederhana dan tidak perlu mengeluarkan banyak biaya yang besar dalam memulainya. Karena, umumnya bahan baku dan alat yang diperlukan dalam melakukan budidaya jamur tiram ini sangat mudah diperoleh dan murah.
Mulai dari serbuk kayu, jerami, ampas tebu, bekatul, bonggol jagung, dll.
Serma Adran melanjutkan tata cara Budidaya Jamur Tiram Termudah
Terdapat beberapa bahan yang perlu disiapkan untuk mulai melakukan budidaya jamur tiram ini. Beberapa bahan tersebut adalah Mulai dari rak, pH meter, kompor minyak tanah, thermometer, sprayer, lampu sitrus, baskom plastik, sekop, ampas tebu, serbuk kayu atau serbuk gergaji, dedak halus, pupuk, bibit jamur, tepung jagung, dan air bersih.
Jika berbagai peralatan dan bahan di atas sudah di sediakan, maka ini saatnya untuk mulai mencari tahu cara budidaya jamur tiram hingga hasil panennya di bawah ini.
Pilih Bibit Jamur Tiram yang Paling Bagus. Sejatinya, pemilihan bibit jamur adalah penentu tingkat keberhasilan dalam melakukan budidaya jamur tiram. Sudah banyak pengusaha jamur tiram yang rugi karena mereka salah melakukan tahap awal ini.
Untuk itu, sebelum menuju ke langkah selanjutnya, pastikanlah mendapatkan bibit jamur tiram yang memiliki kualitas tinggi. Tapi, bagaimana cara memilih bibit jamur tiram yang berkualitas tinggi.
Pertama, pastikanlah Anda memilih bibit jamur yang sudah teruji kualitasnya berdasarkan nilai biological efficiency ratio (BER). BER adalah nilai persentase yang diperoleh dengan membandingkan jumlah berat jamur dan berat media tanam jamur itu sendiri. Nilai persentase BER jamur yang ideal adalah 75%.
Hindari memilih bibit jamur yang miseliumnya tumbuh tidak konsisten, baik itu terlalu padat atau terlalu tipis. Karena, bibit jamur yang bagus adalah yang memiliki miselium tumbuh merata pada seluruh bagian medianya.
Terakhir, pastikanlah masa kadaluarsanya belum berakhir. Semakin lama umur jamur, terlebih lagi saat menginjak umur empat minggu, maka akan semakin menurun kualitas dari bibit jamur tersebut untuk tumbuh.
Siapkan Kumbung Jamur, Kumbung jamur adalah rumah bagi jamur tiram untuk tumbuh. Kumbung ini bisa dibuat dari bambu atau kayu, yang mana pada seluruh bagian dinding kumbung ini umumnya terbuat dari papan dan juga kata yang menggunakan material sirap.
Menyiapkan kumbung yang semurna juga menjadi faktor penentu keberhasilan cara budidaya jamur tiram itu sendiri. Untuk itu, perhatikanlah beberapa tips sukses dalam membuat kumbung jamur ini.
silah kumbung jamur dengan rak bambu untuk bisa menyimpan baglog. Rak yang digunakan umumnya mempunyai lebar 40 cm dan tiap ruasnya mempunyai panjang 1 meter.
Dalam satu rak, kita bisa mengisi sekitar 80 baglog atau disesuaikan dengan ukuran dari rak yang sudah di buat. Usahakanlah untuk menempatkan rak secara sejajar antara satu dan yang lainnya serta berilah pembatas berupa lorong sebagai perawatannya.
Namun sebelum memasukkan baglog ke dalam rak, pastikanlah kumbung atau rak penyimpanannya sudah di bersihkan. Terakhir, lakukaknlah pengapuran dan penyemprotan fungisida untuk membunuh hama penyakit yang umumnya tumbuh dan menempel di jamur.
Menyiapkan Media Tanam
Menyiapkan media tanam adalah tahapan yang paling sulit dalam cara budidaya jamur tiram. Media tanam pada jamur tiram itu sendiri adalah baglog, yang mana nantinya media tanam ini akan mempengaruhi proses perkembangan jamur.
Kita bisa membuat baglog dari berbagai bahan seperti serbuk gergaji, bonggol jagung, sekam padi dan juga jerami. Agar hasilnya lebih maksimal, dianjurkan untuk menggunakan serbuk gergaji, bekatul, kapur dan sekam padi.
Karena, keempat bahan ini memiliki kandungan lignin, lignoselulosa dan juga serat. Bila baru mencobanya, gunakanlah serbuk kayu sebanyak 80%, bekatul 15% dan kapur sekitar 3% saja dalam membuat baglog.
Campurkan bahan-bahan tersebut dengan air sekitar 60% dari berat bahan media tanamnya, lalu masukan ke kumbung dan tutup menggunakan plastik.
Lakukan Proses Fermentasi
Agar hasil panennya bisa lebih maksimal, lakukanlah proses fermentasi pada media tanam. Caranya diamkan baglog selama 5 sampai 10 hari agar proses pelapukan bisa terjadi dengan baik pada media tanam.
Selama proses ini, pastikanlah suhu udara yang ada pada media tanam meningkat hingga 70 derajat celcius. Selain itu, Anjuga harus membalikan media tanam tersebut agar proses pelapukan bisa terjadi secara merata.
Tujuannya adalah untuk memusnahkan jamur liar yang bisa mengganggu proses perkembangan jamur tiram. Bila proses ini bisa dilakukan dengan lancar, maka media tanam akan berubah warna menjadi coklat agak
Penyusunan Baglog yang Tepat
Cara selanjutnya yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan penyusunan pada baglog ataupun media tanam. Bisa menyusun baglog secara vertikal maupun horizontal. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tinggal memperhatikan saja cara mana yang bisa sesuai dengan kondisi kumbung.
Jika menggunakan cara vertikal, maka bisa membuat lubang baglog mengarah ke atas. Namun, cara ini akan membuat intensitas penyiraman air menjadi meningkat sehingga nantinya akan menyulitkan air untuk masuk ke dalam baglog secara merata.
Sedangkan cara horizontal adalah dengan membuat lubang baglog mengarah ke samping, sehingga akan memakan banyak tempat dan memerlukan ruang yang lebih besar untuk menyimpan baglog.
Demikianlah pembahasan dari kami tentang cara budidaya jamur tiram yang paling mudah agar bisa mendapatkan cuan yang melimpah, kata Adrian.
Sebelum memulainya, pastikanlah memiliki modal yang cukup namun tidak harus banyak. Karena yang terpenting adalah bagaimana mengatur keuangan dengan tepat, mulai dari membuat laporan arus kas, membuat laporan perubahan modal, dan laporan keuangan lainnya, tutup Pgs Danramil Serma Adrian.**








