Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Babinsa Koramil 02/LK Hibur Anak-Anak Dengan Permainan Odong – Odong dan Jaga Keselamatannya

×

Babinsa Koramil 02/LK Hibur Anak-Anak Dengan Permainan Odong – Odong dan Jaga Keselamatannya

Sebarkan artikel ini

Mentreng.com | Lima Kaum – Odong-odong adalah sebuah wahana permainan yang dioperasikan memakai koin untuk anak-anak kecil. Odong-odong umumnya tersedia di taman bermain, arkade, mal, ruang permainan hotel, luar pasar swalayan dan pusat perbelanjaan diskon.

Seperti yang dilaksanakan oleh
Kopda M.Nasir Babinsa Koramil 02/Lima Kaum Kodim 0307/Tanah Datar, buka permainan odong2 anak2 dilapangan cindua Mato sebanyak 2 buah beserta 2 org masyarakat yg tidak mempunyai pekerjaan tetap di Jorong Kampung Baru Nagari Baringin Kec.Lima Kaum, Rabu (12/06/2024).

Example 300x600

Ternyata pada sebutan “Odong-odong”, ada jejak kata “andong”. Andong, kereta kuda masa lampau yang kini “eksotis”, agaknya tinggal sebagai bagian dari kenangan warga tentang situasi kota besar saat masih banyak dilalui kereta kuda itu, bebas dari riuh kendaraan bermotor dan padatnya bangunan. Kota juga semakin hari makin kehilangan ruang bermain, sampai setidaknya hadirlah odong-odong. (Pendim 0307)

Mentreng.com | Lima Kaum – Odong-odong adalah sebuah wahana permainan yang dioperasikan memakai koin untuk anak-anak kecil. Odong-odong umumnya tersedia di taman bermain, arkade, mal, ruang permainan hotel, luar pasar swalayan dan pusat perbelanjaan diskon.

Seperti yang dilaksanakan oleh
Kopda M.Nasir Babinsa Koramil 02/Lima Kaum Kodim 0307/Tanah Datar, buka permainan odong2 anak2 dilapangan cindua Mato sebanyak 2 buah beserta 2 org masyarakat yg tidak mempunyai pekerjaan tetap di Jorong Kampung Baru Nagari Baringin Kec.Lima Kaum, Selasa (07/05/2024).

Ternyata pada sebutan “Odong-odong”, ada jejak kata “andong”. Andong, kereta kuda masa lampau yang kini “eksotis”, agaknya tinggal sebagai bagian dari kenangan warga tentang situasi kota besar saat masih banyak dilalui kereta kuda itu, bebas dari riuh kendaraan bermotor dan padatnya bangunan. Kota juga semakin hari makin kehilangan ruang bermain, sampai setidaknya hadirlah odong-odong. (Pendim 0307)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *