Mentreng.com | Sumatera Barat – Grand Final kejurda IMI Sumbar 2019 berakhir di Sirkuit Permanen Kandih Sawahlunto pada Minggu 08 Desember 2019. Putaran akhir ini akan memperebutkan 2 unit sepeda motor yamaha yang mana syarat dan ketentuan berlaku selama 5 putaran yang dilalui oleh Kejurda IMI Sumbar 2019.
Selama 4 putaran sebelumnya, Kejurda IMI Sumbar singgah ke Kab. Tanah datar pada putaran 1, putaran ke 2 kota Pariaman, putaran 3 Kab. Pasaman dan putaran ke 4 singgah ke kota Solok, dan untuk Grand Final, Kejurda IMI Sumbar berakhir di kota Sawahlunto dimana Sirkuit Permanen Kandih Sawahlunto menjadi akhir dari pertarungan akbar pada Kejurda IMI Sumbar 2019.

Seperti dikutip pada responden Instagram Soalbalap, sebanyak 120 responden 68 diantaranya memilih pada sirkuit permanen Kandih Sawahlunto dan 52 responden memilih untuk di kota painan dan kota/ kab lainnya, dan akhirnya sirkuit permanen Kandih Sawahlunto menjadi perhelatan akhir Kejurda IMI Sumbar.
Dikonfirmasi kepada Ketua IMI Sumbar “ kita memang memilih sirkuit permanen pada putaran terakhir karna memang sirkuit ini adalah satu satunya sirkuit permanen dan juga representative di Sumatera Barat dalam melakukan kegiatan otomotif seperti Balap motor, kita ingin melihat masyarakat dan para insan otomotif bahagia dengan suguhan akhir pada Kejurda IMI Sumbar ini, dan juga nanti kita juga akan berikan langsung sepeda motor Yamaha yang sudah kita siapkan untuk juara umum pemula dan terbuka” tutur bapak Defri Nasli ini.
Semoga nanti putaran akhir ini bisa menyuguhkan pertarungan yang seru ya gais, kita akan update terus seputar perkembangan dunia otomotif di Sumatera Barat. (Rian)






