Helmi Diana, ASN Teladan Kemenag Kota Solok: Mengabdi dengan Integritas dan Inovasi Sejak 2007

Mentreng.com  |  Kota Solok — Dalam dunia birokrasi, sosok ASN yang bekerja dengan penuh dedikasi dan konsistensi adalah aset penting bagi kemajuan lembaga. Salah satu contoh nyata adalah Helmi Diana, ASN teladan yang saat ini menjabat sebagai Perencana Ahli Pertama di Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (23/09/25)

Helmi Diana memulai kariernya sebagai ASN pada tahun 2007. Lulusan Universitas Terbuka Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, tahun 2016 ini telah mengukir jejak panjang dan beragam posisi strategis di lingkungan Kementerian Agama Kota Solok.
1. Pegawai MIN Kota Solok (2007)
2. Pengadministrasi Subbag TU Kemenag Kota Solok (2008)
3. Bendahara Rutin MAN Kota Solok (2012)
4. Bendahara Penerima/Pengeluaran Urusan Tata Usaha MAN Kota Solok (2014)
5. Penyusun Bahan Siaran dan Pemberitaan Subbag TU Kemenag Kota Solok (2015)
6. Pengelola Humas dan Protokoler Kemenag Kota Solok (2015)
7. Penyusun Program, Anggaran, dan Pelaporan Subbag TU Kemenag Kota Solok (2017)
8. Perencana Ahli Pertama Subbag TU Kemenag Kota Solok (2021–sekarang)

Sebagai Perencana Ahli Pertama, Helmi Diana memiliki tanggung jawab penting dalam mendukung pengelolaan perencanaan, anggaran, dan pelaporan secara sistematis dan berbasis data. Beberapa tugas strategis yang dijalankan antara lain:
• Menyusun dokumen perencanaan tahunan dan jangka menengah
• Menyusun target kinerja instansi
• Mengolah dan menganalisis data sebagai dasar perencanaan
• Mengelola berbagai aplikasi penting seperti:
o E-Monev Bappenas untuk monitoring dan evaluasi program
o SAKTI sebagai PIC penganggaran dan pengelola modul anggaran
o SIPKA untuk pengolahan dokumen dan data kepegawaian
o E-Kinerja untuk pengelolaan kinerja ASN
o OM-SPAN untuk evaluasi dan pengendalian anggaran
o SPIP untuk penguatan sistem pengendalian intern pemerintah
• Mengolah dan mendokumentasikan Pakta Integritas
• Mengevaluasi capaian target kinerja per triwulan
• Mengolah data dan informasi dalamrangka evaluasi rencana Pembangunan Tahunan.

Berbagai inovasi yang dilakukan Helmi termasuk optimalisasi penggunaan aplikasi digital perencanaan dan penganggaran untuk efisiensi kerja, serta kolaborasi lintas bidang untuk menyelaraskan program dan kegiatan Kemenag Kota Solok dengan arah kebijakan nasional.

Helmi Diana adalah anak pertama dari pasangan Darmince dan almarhum Basri, dan kakak dari tiga bersaudara. Dalam kehidupan berumah tangga, ia merupakan istri dari Defitra Nova dan ibu dari dua anak: Kaysan Ala Murtaza dan Nadira Althoov, yang menjadi sumber semangat dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai ASN.

Keseharian Helmi Diana dikenal bersahaja dan ringan tangan dalam membantu tugas-tugas di luar tupoksinya. Ia juga kerap menjadi mentor informal bagi ASN muda lainnya dalam hal penyusunan dokumen perencanaan dan administrasi birokrasi. Sikap rendah hati dan komitmennya terhadap integritas menjadikannya teladan, tidak hanya di atas kertas, tetapi dalam praktik nyata keseharian kerja.

“ASN bukan hanya soal jabatan, tetapi pengabdian. Saya percaya bahwa sekecil apa pun kontribusi kita, jika dilakukan dengan tulus dan konsisten, akan membawa manfaat besar,” ujar Helmi usai menerima penghargaan ASN Teladan.
Pencapaian Helmi Diana sebagai ASN Teladan 2025 menjadi bukti bahwa dedikasi dan kerja nyata akan selalu menemukan tempatnya. Ia menjadi inspirasi tidak hanya bagi ASN di lingkungan Kemenag Kota Solok, tetapi juga bagi generasi muda yang tengah meniti karier di Lembaga Kementerian Agama Kota Solok.

Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Mustafa, menyampaikan harapan agar kisah sukses Helmi menjadi contoh nyata bagi ASN lainnya.

“Helmi Diana adalah cerminan ASN yang bekerja dengan hati, bukan hanya memenuhi tugas, tapi memberi dampak. Kita berharap, semakin banyak ASN seperti beliau di masa depan,” pungkasnya.

Dengan lebih dari 18 tahun pengabdian, Helmi Diana bukan hanya menjadi contoh ASN yang profesional dan kompeten, namun juga sosok yang menginspirasi melalui kerja nyata, inovasi, dan keteladanan. Kiprahnya di Kemenag Kota Solok menjadi bukti bahwa kerja keras, loyalitas, dan semangat terus belajar adalah kunci untuk membangun birokrasi yang bersih, efektif, dan melayani. (helda)

Pos terkait