Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

KEPALA DUSUN DI GAJI NEGARA”! BEKERJALAH DENGAN BENAR DEMI LINGKUNGAN MASING MASING

×

KEPALA DUSUN DI GAJI NEGARA”! BEKERJALAH DENGAN BENAR DEMI LINGKUNGAN MASING MASING

Sebarkan artikel ini
Kecamatan Seragi dan Desa Bakti Rasa: Bekerjalah dengan Benar, Jangan Hanya Nunggu Gaji

Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 
3 Mei 2026, Kepala Dusun atau yang akrab disapa Kadus adalah ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Sebagai perpanjangan tangan dari Kepala Desa, posisi ini memegang peran sangat strategis dalam menggerakkan pembangunan, memelihara ketertiban, dan membangun kehidupan sosial budaya di wilayahnya.

Namun belakangan ini, muncul keluhan dari masyarakat yang menilai masih ada sejumlah Kadus di wilayah Kecamatan Seragi, khususnya di lingkungan Desa Bakti Rasa yang dinilai kurang aktif, pasif, dan seolah hanya menunggu gaji datang setiap bulannya.

Perlu diingat dan disadari oleh segenap Kadus, bahwa penghasilan dan tunjangan yang diterima setiap bulan itu bersumber dari anggaran negara yang dialokasikan untuk desa, yaitu uang rakyat. Jadi benar adanya bahwa gaji Kadus itu berasal dari uang negara, yang pada hakikatnya adalah uang pajak yang dikumpulkan dari masyarakat. Artinya, apa yang diterima itu adalah amanah yang harus dibalas dengan kinerja dan pengabdian yang nyata.

“Kadus itu digaji pakai uang negara, uang rakyat. Jadi sudah seharusnya pekerjaannya juga untuk rakyat. Jangan sampai posisi ini hanya dijadikan sebagai ‘mesin pencari gaji’ saja, tapi tidak ada kontribusi apa-apa bagi kemajuan wilayahnya,” tegas pengamat pemerintahan desa.

Peringatan dan Harapan untuk Para Kadus

Mentrengnews.com menyampaikan peringatan dan pesan penting ini kepada seluruh Kadus di wilayah tersebut:

1. Perhatikan dan Kendalikan Wilayahnya
Jadilah pemimpin yang hadir dan terlihat di tengah masyarakat. Rajinlah berkeliling, pantau kondisi lingkungan, jalan-jalan, saluran air, fasilitas umum, dan kondisi sosial warga. Ketahui apa yang rusak, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang menjadi keluhan warga. Jangan hanya tahu rumah sendiri saja, tapi buta terhadap kondisi dusunnya.

2. Berani Bersuara dan Berani Mengkritik
Ingatlah tugas dan fungsi Anda. Kadus bukan sekadar pelaksana perintah, tetapi juga pengawas di tingkat paling bawah. Sebagai perpanjangan tangan Kepala Desa, Anda berhak dan wajib menyampaikan aspirasi warga. Bahkan jika diperlukan, Kadus harus berani mengkritik Kepala Desa atau kebijakan desa yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.

*”Jangan jadi Kadus yang ‘penjilat’ yang hanya mengiyakan semua perintah atasan meskipun itu salah, apalagi jadi Kadus ‘bungkam’ yang diam saja melihat banyak masalah di depan mata. Itu bukan pemimpin, itu hanya ‘boneka’ semata,” tambahnya.

3. Aktif Menggerakkan Potensi Wilayah
Kadus harus memiliki jiwa penggerak. Hidupkan kembali kegiatan sosial, budaya, keagamaan, dan gotong royong yang mulai luntur. Bangkitkan semangat kebersamaan warga. Tunjukkan bahwa keberadaan Anda membawa perubahan dan kemajuan, bukan hanya menambah daftar nama di struktur organisasi saja.

4. Jangan Hanya Ngarep Gaji
Gaji adalah hak, tetapi bekerja adalah kewajiban. Jangan sampai warga menilai: “Kadusnya cuma datang kalau mau ambil gaji, selebihnya hilang entah ke mana.” Jadilah Kadus yang dirindukan kehadirannya, bukan Kadus yang dilupakan warganya.

Penutup

Posisi Kadus adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mengabdi, membuktikan kinerja, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kami berharap pesan ini menjadi pengingat dan motivasi. Mari kita bangun dusun kita masing-masing menjadi wilayah yang tertib, maju, dan sejahtera.

Redaksi: Mentrengnews.com
Penulis : Sholeh MTV
Suara Rakyat | Tegas, Konstruktif, Mengawal Pembangunan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *