Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Masyarakat Yang Berada Di Tiga Desa Diantara Dua Kecamatan Menanti Rialisasi Di Bangunya Jembatan Usaha Tani

×

Masyarakat Yang Berada Di Tiga Desa Diantara Dua Kecamatan Menanti Rialisasi Di Bangunya Jembatan Usaha Tani

Sebarkan artikel ini

Mentrreng.com  |  Palas Lampung selatan –
Para Petani Desa Palas aji , Palas Pasemah kecamatn palas dan Marga sari Kecamatan Sragi menanti akan di bangun nya jembatan Way pisang Tahun anggaran 2023 , hal itu di sampaikan ketika musrenbangcam di Desa Bali agung kecamatan Palas kabupaten Lampung Selatan.

Herri Susanto selaku kepala Desa Palas aji mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dengan akan di realisasikan pembangunan jembatan Way pisang yang terletak di Desa Palas aji RT 01 Dusun 01. Selasa ( 21/02/2023 )

Yang mana jembatan tersebut sangat di butuhkan oleh Para Petani yang hendak menurunkan Combine harvester alat pemanen Sa’at musim panen raya.
Karena kondisi jembatan bambu untuk menyebarangi way pisang.

” Besar harapan saya selaku mewakili seluruh petani Desa Palas aji, dapat segera merealisasikan bantuan jembatan way pisang, sesuai dengan hasil musrbangcam bapak bupati akan membangun jembatan ditahun ini ( 2023 red) masyarakat sudah 2 tahun ini menyebrangi jembatan Bambu dan sangat kesulitan waktu musim panen untuk mengeluarkan padi dengan biaya yang tinggi,” ungkap Herri

Herri tak bosan bosannya selalu menyampaikan harapan para petani kecamatan Palas khususnya Desa Palas aji

“saya berharap Bapak Bupati dapat memaujudkan pengajuan jembatan untuk kesejahteraan masyarakat lampung selatan khususnya para petani Desa Palas aji dan palas Pasemah dann Margasari kecamatan Sragi,” Harap Herri

Muslim Akmal Bahri selaku masyarakat membenarkan kalau jembatan tersebut adalah akses satu satunya jembatan untuk menyeberangkan Combine harvester di areal pesawahan Palas aji dan Palas Pasemah di hulu jembatan klep, selama ini mereka harus mutar terlebih dahulu lewat Desa pematang baru.

” Benar Bang kami hendak ke sawah melewati jembatan bambu karena pas di belakang rumah kita dan ketika paska panen raya mengalami kesulitan menurunkan combet, harus keliling lewat pematang baru, ia kalau di sana sudah mulai kuning padi nya , bisa lewat, kalau masih hijau terpaksa kami harus mengeluarkan biayanya numpang lewat, karena terpaksa menggusur padi yang belum waktunya di panen,” ucapnya
(Didi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *