Mentreng.com | Tanah Datar – Sebagai salah satu resiko tertinggi pada Covid-19, masyarakat harus mendukung penuh program vaksinasi pemerintah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kelompok masyarakat yang kebal dari berbagai penyakit menular, termasuk Covid-19.
Berbagai cara dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di kabupaten Tanah Datar khususnya. Salah satunya dengan cara antar jemput masyarakat yang telah terjadwal menerima vaksin untuk pergi ke RSUD Prof.M.Ali Hanafiah. Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil jajaran Kodim 0307/TD. Dengan menggunakan kendaraan roda 4 Bus kodim 0307/TD serta kendaraan prubadi, mereka antar jemput para masyarakat dan lansia ke Rumah Sakit untuk disuntik vaksin Covid-19, Sabtu (26/06/2021).

Komandan Kodim 0307/TD Letkol Inf Wisyudha Utama melalui Kasdim Mayor Inf Munawar menyampaikan bahwa, antar jemput warga yang terjadwal menerima vaksin oleh Babinsa dilakukan karena masih ada kendala di lapangan. “Banyak warga dan lansia kesulitan menuju lokasi vaksinasi karena berbagai faktor. seperti tidak memiliki kendaraan dan tidak ada yang bisa anter menuju lokasi vaksin,”
Strategi jemput bola vaksinasi para warga dan lansia, dengan mendatangi rumah warga atau diantarkan ke tempat-tempat vaksinasi Covid-19, menurut Kasdim dapat mempercepat capaian vaksinasi secara cepat, sehingga dapat mencegah penularan Covid-19.
Semoga kehadiran vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat memberikan harapan baru dalam mengendalikan pandemi di Indonesia. Masih adanya lansia yang takut divaksin karena adanya informasi yang tidak jelas sumbernya, jadi kita sebagai satuan kewilayahan sudah berkewajiban untuk mensosialisasikan bahwa vaksin itu aman dan halal. tambahnya.
Para Danramil juga menegaskan bahwa penerapan disiplin protokol kesehatan menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta harus menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari sampai pandemi ini dapat diatasi dan berakhir, jadi setelah di vaksin jangan sampai disiplin menurun. Pungkasnya.
Salah satu masyarakat penerima vaksin Covid-19, bapak Sanmardi, 61 tahun suju jawa, warga Nagari Luma Kaum mengaku (dalam bahasa ngapaknya)
“nyong seneng banget ana tentara sing gelem njujugna, nek ora ana sing njujugna ya enyong ora teyeng mangkat nang puskesmas”
yang berarti senang mendapat layanan antar jemput dari bapak tentara sebab kalau tidak ada yang anter berarti tidak bisa pergi vaksin.**









