Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Plt. Kakan Kemenag Kota Solok Pimpin Upacara di MAN Kota Solok: “Ilmu Tanpa Adab Ibarat Pohon Tanpa Akar”

×

Plt. Kakan Kemenag Kota Solok Pimpin Upacara di MAN Kota Solok: “Ilmu Tanpa Adab Ibarat Pohon Tanpa Akar”

Sebarkan artikel ini

Kota Solok  |  Mentrengnews.com – Suasana upacara bendera di lapangan MAN Kota Solok pada Senin pagi (6/1/2026) terasa lebih istimewa. Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok, H. Amril, hadir secara langsung bertindak sebagai pembina upacara untuk memberikan motivasi dan arahan kepada seluruh civitas akademika.

Kehadiran H. Amril didampingi oleh Kasi Pendidikan Madrasah dan Pengawas Madrasah. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Plt. Kepala MAN Kota Solok, Leni Elfida, beserta Kepala Urusan Tata Usaha, tenaga pendidik, kependidikan, serta seluruh siswa dari kelas X hingga XII.

Example 300x600

Dalam salah satu amanatnya, H. Amril memberikan apresiasi atas kedisiplinan pelaksana upacara. Namun, fokus utama yang ia sampaikan adalah mengenai pentingnya menjaga adab di tengah gempuran arus informasi dan ilmu pengetahuan saat ini.

“Anak yang berilmu wajib memiliki adab yang baik. Ilmu tanpa adab ibarat pohon tanpa akar; tidak akan memiliki keberkahan dan cenderung berbahaya,” ungkap H. Amril. Ia berpesan agar para siswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga menjaga akhlak sebagai identitas siswa madrasah.

Senada dengan pesan tersebut, Nita, salah seorang guru di MAN Kota Solok, menyatakan bahwa kehadiran pejabat Kemenag memberikan semangat baru bagi tenaga pendidik dalam membentuk karakter siswa.|

“Pesan mengenai adab ini sangat relevan. Kami sebagai guru merasa sangat didukung dalam upaya menyeimbangkan antara kecerdasan otak dan kelembutan hati anak didik kami. Kehadiran Bapak Plt. Kakan Kemenag benar-benar memberikan energi positif bagi kampus ini,” tutur Nita.

Respons positif juga datang dari kalangan siswa. Muhammad Khairi, siswa kelas XII, mengaku sangat tersentuh dengan amanat tersebut. “Adab menempatkan ilmu dalam koridor yang benar. Ini mengingatkan kami untuk tetap rendah hati, menghormati guru, dan menggunakan ilmu untuk kebaikan, bukan untuk kesombongan,” pungkasnya.(Helda/NT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *