Example floating
Example floating
Example 728x250Example 728x250
Daerah

PWA ‘Aisyiyah Aceh Perkuat Pemulihan Pascabencana di Aceh Tengah

×

PWA ‘Aisyiyah Aceh Perkuat Pemulihan Pascabencana di Aceh Tengah

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah  |  MentrengNews. Com — Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Aceh memperkuat upaya pemulihan masyarakat pascabencana di Kabupaten Aceh Tengah melalui pengembangan pendidikan anak usia dini serta penguatan layanan sosial bagi kelompok rentan, Selasa (15/9/2026)

Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Pos Bantuan Hukum (Pos Bakum) ‘Aisyiyah, Day Care Lansia Renggali PDA Aceh Tengah, serta peresmian TK ABA Gegarang di Kecamatan Bintang, Minggu (13/9/2026).

Ketua PWA Aceh, Hj. Ashraf, SP, M.Si., bersama jajaran turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai program ini menjadi bagian dari upaya ‘Aisyiyah memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, perlindungan hukum, dan layanan sosial.

TK ABA Gegarang Hadir untuk Anak di Wilayah Terdampak

TK ABA Gegarang mulai dibangun pada April 2026 melalui program revitalisasi satuan pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. Pembangunan tersebut rampung pada Agustus 2026.

Keberadaan TK ABA Gegarang diharapkan menjadi salah satu sarana penting dalam memastikan keberlanjutan pendidikan anak usia dini, khususnya bagi masyarakat di kawasan yang terdampak bencana.

Hj. Ashraf mengatakan, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dilakukan dengan membangun kembali infrastruktur yang rusak. Menurutnya, pemulihan juga harus memastikan anak-anak tetap memperoleh hak atas pendidikan yang aman dan berkualitas.

«“Dengan berdirinya TK ABA Gegarang, kami berharap ini menjadi awal yang baik dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan anak usia dini, khususnya di wilayah terdampak bencana. Anak-anak harus tetap mendapatkan hak untuk belajar dan bermain di tempat yang layak, aman, dan menyenangkan,” ujarnya.»

Ia menambahkan, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi masa depan.

«“Anak usia dini adalah generasi emas dan investasi peradaban. Di TK inilah karakter, akhlak, kemandirian, kreativitas, dan cinta tanah air mulai ditanamkan,” katanya.»

Ia juga menegaskan bahwa kondisi pascabencana tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan.

«“Mari kita pastikan tidak ada satu pun anak di Aceh yang tertinggal pendidikannya karena bencana,” tegasnya.»

Perkuat Perlindungan Sosial

Selain sektor pendidikan, PWA Aceh turut memperkuat layanan sosial melalui Pos Bakum ‘Aisyiyah dan Day Care Lansia Renggali.

Pos Bakum ‘Aisyiyah diarahkan untuk memberikan akses pendampingan serta bantuan hukum kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Sementara itu, Day Care Lansia Renggali menjadi ruang layanan bagi warga lanjut usia melalui berbagai kegiatan yang mencakup pembinaan spiritual, aktivitas sosial, kesehatan, serta penguatan silaturahmi.

Hj. Ashraf mengatakan, kedua program tersebut merupakan bagian dari komitmen ‘Aisyiyah dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

«“Dari anak-anak usia dini, perempuan, hingga para lansia, semuanya harus kita rangkul. Membangun masyarakat tidak cukup hanya melalui pendidikan, tetapi juga membutuhkan perlindungan sosial dan penguatan keluarga,” ujarnya.»

Pemulihan Berbasis Masyarakat

PWA Aceh berharap keberadaan tiga program tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap proses pemulihan masyarakat Aceh Tengah sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tingkat komunitas.

Bagi ‘Aisyiyah, pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali bangunan atau fasilitas yang rusak, tetapi juga memastikan layanan dasar tetap berjalan serta kelompok rentan mendapatkan perhatian dan perlindungan.

«“Semoga ini menjadi harapan baru menuju kehidupan yang lebih baik, mandiri, dan bermartabat. Kami titip TK ABA Gegarang kepada guru dan orang tua. Didiklah anak-anak dengan ilmu, iman, dan akhlak,” kata Hj. Ashraf.»

Ia berharap fasilitas pendidikan tersebut dapat menjadi bagian dari investasi jangka panjang bagi masyarakat Aceh.

«“Insya Allah, dari ruang kelas kecil ini akan lahir pemimpin-pemimpin besar untuk Aceh dan Indonesia,” pungkasnya.»

Rangkaian kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran PWA Aceh, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Tengah beserta jajaran, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Aceh Tengah beserta jajaran, kepala sekolah dan dewan guru, wali murid, serta tokoh masyarakat Kecamatan Bintang. (Rizki M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *