Robi Warga Desa Rawi Temukan Mayat Sopian (40), Diduga Telah Meninggal 4 Hari DiDesa Kekiling

Penengahan, Lampung Selatan  |  menterengnews.com – 1 Januari 2026,  Sebuah kejadian menyayat hati mengguncang Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, setelah warga Desa Rawi, Robi, menemukan mayat warga Desa Kampung Baru bernama Sopian (40 tahun) pada malam menjelang pergantian tahun. Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh aparatur desa dan pihak berwenang, korban diperkirakan telah tak bernyawa selama empat hari sebelum akhirnya ditemukan.

Kaur Pemerintah Desa Kekiling, Jayadi, yang langsung terlibat dalam penanganan kasus ini, mengkonfirmasikan temuan tersebut kepada tim wartawan menterengnews.com pada malam Rabu (31/12/2025), saat kegiatan berkumpulnya kepala desa beserta seluruh aparatur desa yang diadakan setelah kabar temuan mayat beredar.

“Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 22.30 WIB tadi malam, setelah sebelumnya ada penemuan mayat di wilayah Desa Kekiling Penengahan Lampung Selatan. Setelah melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik korban, kami bersama Kepala Desa dan Aparat yang dapat dihubungi pada malam hari tersebut memperkirakan bahwa korban telah tidak bernyawa selama empat hari,” jelas Jayadi dalam keterangan resmi yang diberikan kepada mentrengnews.com

Temuan mayat terjadi tepat pada pukul 22.00 WIB di lokasi yang merupakan milik Samiran alias Benggol, seorang warga yang tinggal di RT 007/002 Desa Kekiling.

Robi tidak sendirian saat menemukan korban dalam keadaan tak bernyawa di lokasi tersebut; bersama dia, Rosaidi (39 tahun), juga warga sekitar, turut menjadi saksi pertama dalam kejadian ini.

Menurut informasi yang diterima, komunikasi terakhir yang dilakukan oleh Sopian sebelum hilangnya kontak terjadi pada malam minggu lalu, melalui panggilan telepon dengan Muritok – seorang pedagang hasil bumi yang juga merupakan bos sekaligus rekan bisnis korban.

“Selama beberapa hari berikutnya, Muritok mengalami kesulitan untuk menghubungi Sopian, yang membuatnya merasa khawatir terhadap keberadaan orang bawahannya tersebut.

“Setelah beberapa kali mencoba menghubungi dan tidak mendapatkan tanggapan apapun, Muritok kemudian menyuruh kerabatnya sendiri, yaitu Robi Rawi, untuk langsung mendatangi tempat dimana korban terakhir diketahui berada, guna memastikan keberadaan dan kondisi kesehatan Sopian,” tambah Jayadi menjelaskan kronologi awal sebelum temuan mayat.

Sesaat setelah menemukan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa, Robi dan Rosaidi Segera memberitahukan kepada beberapa warga sekitar yang langsung datang membantu segera mengambil langkah tepat dengan menghubungi pihak pemerintah desa setempat dan mengirimkan laporan resmi ke Polsek Penengahan.

Tim dari Polsek Penengahan kemudian tiba di lokasi kejadian beberapa saat setelah laporan diterima untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh petugas kepolisian dan tenaga kesehatan yang ditempatkan di lokasi, penyebab kematian sementara diduga akibat kesetrum listrik. Namun, untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih pasti dan akurat, biasanya diperlukan proses otopsi yang dilakukan di rumah sakit atau laboratorium forensik resmi.

“Keluarga korban telah menyampaikan keputusan untuk menolak melakukan proses otopsi terhadap jenazah Sopian. Salah satu pertimbangan utama yang disampaikan keluarga adalah kondisi hari libur pada saat kejadian, yang membuat mereka berharap jenazah dapat segera dimakamkan sesuai dengan adat dan kepercayaan yang dianut,” tandas Jayadi.

Tim menterengnews.com kemudian berupaya mengkonfirmasi informasi terkait kejadian ini langsung ke pihak Polsek Penengahan. Pihak kepolisian membenarkan adanya kejadian temuan mayat tersebut dan menyampaikan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkapkan segala kemungkinan faktor yang menjadi penyebab kematian korban.

“(Soleh) menterengnews.com – Lampung Selatan”

Pos terkait