Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

WARGA GUNUNG MAS TANJUNG RATU TAGIH JANJI DEWAN —– FARIZAL PURBA : SAYA AKAN TERUS PERJUANGKAN

×

WARGA GUNUNG MAS TANJUNG RATU TAGIH JANJI DEWAN —– FARIZAL PURBA : SAYA AKAN TERUS PERJUANGKAN

Sebarkan artikel ini

Katibung, Lampung Selatan  |   mentrengnews.com – Aksi gotong royong bahu-membahu yang dilakukan puluhan emak-emak dan warga Dusun Gunung Mas, Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, bukan sekadar kegiatan kerja bakti biasa. Langkah masyarakat ini adalah bentuk protes keras sekaligus penagihan janji nyata kepada wakil rakyat. Pasalnya, permohonan perbaikan jalan yang rusak parah di wilayah tersebut ternyata sudah diajukan secara lengkap dan ditandatangani oleh anggota DPRD dari Partai Gerindra sejak akhir tahun 2024 lalu, namun hingga kini belum ada realisasi fisik di lapangan.

Berdasarkan dokumen resmi bertajuk Permohonan Peningkatan Jalan Desa Tahun 2024 yang diperoleh mentrengnews.com, surat permohonan telah disampaikan pada tanggal 09 Desember 2024 kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Selatan.

Di dalam berkas tersebut tertera jelas tanda tangan dua Anggota DPRD dari Partai Gerindra, yakni Farizal Purba, S.E. dan Ismail, S.E, M.M. Dokumen lengkap dengan RAB dan telah disahkan Kepala Desa serta Camat ini seharusnya menjadi dasar kuat perjuangan aspirasi rakyat.

Jalan yang dimaksud adalah ruas Jalan Abu M Raden, sepanjang lebih dari 2 kilometer yang menjadi urat nadi ekonomi warga, akses utama ke sekolah dan pasar. Namun kondisinya masih rusak parah, berlubang, dan tergenang air persis seperti saat berkas diajukan setahun lebih silam.

Sumber: Kepala Dusun Gunung Mas, Edi Irawan
“Sudah setahun lebih berkas ada tanda tangan anggota DPRD Partai Gerindra. Artinya mereka sudah tahu dan setuju, tapi jalan tetap rusak. Sudah 40 tahun tak diperbaiki, kami tanya, apa makna tanda tangan itu? Kami tagih janji, jangan biarkan kami menderita,” tegas Kadus Edi Irawan.

Hal serupa diungkapkan warga, Sri, yang berharap wakil rakyat menengok kondisi nyata warga.

“Jangan sampai rakyat kerja sendiri, wakilnya diam saja. Kami minta perhatian, ini jalan hidup mati kami,” ungkap Sri penuh kekecewaan.

TANGGAPAN KHUSUS ANGGOTA DEWAN: FARIZAL PURBA, S.E.

Merespons keluhan keras masyarakat dan pertanyaan terkait tanda tangannya di dokumen tersebut, mentrengnews.com berhasil melakukan konfirmasi langsung kepada salah satu penandatangan, Farizal Purba, S.E. dari Partai Gerindra. Dengan nada penuh beban moral dan ketulusan, Farizal menjelaskan posisinya dan upaya nyata yang terus ia lakukan hingga detik ini.

Farizal menegaskan, tanda tangan dan janji yang ia sampaikan saat Reses maupun di atas dokumen itu adalah bentuk kesungguhan hatinya memperjuangkan warga dapilnya, bukan sekadar formalitas.

“Saya ingin bicara jujur dan terbuka. Saya pun sebenarnya luar biasa pontang-panting memperjuangkan hal ini. Jujur, saya memang pernah berjanji, bahkan saat masa Reses, dan tanda tangan itu saya bubuhkan saking sungguh-sungguhnya saya ingin jalan ini bagus demi masyarakat,” ungkap Farizal Purba dengan tegas.

Namun, politisi Gerindra ini menjelaskan realita birokrasi dan mekanisme anggaran yang berlaku. Ia menegaskan, posisinya sebagai wakil rakyat adalah memperjuangkan, namun ada pihak lain yang memegang kewenangan eksekusi dan penentuan anggaran.

“Cuma apa daya saya, Bapak/Ibu sekalian. Saya ini kan posisinya memperjuangkan aspirasi, tapi bukan saya yang menentukan kapan dan dari mana anggaran itu turun untuk dikerjakan.

Tapi ketahuilah, sampai saat ini pun saya tidak tinggal diam. Saya tetap berusaha mati-matian mengusahakan dan memperjuangkan suara masyarakat saya di lembaga legislatif,” jelasnya.

Farizal mengaku sangat memahami rasa kecewa warga, bahkan dirinya pun menanggung beban moral yang berat karena sudah berjanji dan bertanda tangan namun realisasi belum terlihat. Ia meminta masyarakat sedikit memahami situasi kondisi saat ini, terutama terkait kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, namun bersumpah perjuangannya tidak berhenti.

“Saya sangat menanggung beban moral ini. Saya sangat paham sekali perasaan masyarakat, kecewa, sedih, dan harapan yang belum terwujud.

Terlebih memang saya yang bertanda tangan dan berjanji. Mudah-mudahan masyarakat juga bisa memahami keadaan, kondisi, dan situasi saat ini, termasuk adanya efisiensi anggaran yang mempengaruhi jalannya proyek,” ujarnya.

Dengan penekanan kuat, Farizal bersumpah demi meyakinkan warga bahwa ia tidak main-main dengan amanah ini. Ia mengungkapkan rencana nyata dalam waktu dekat.

“Tapi saya berbicara demi Allah, demi Rasulullah, saya tidak pernah main-main dengan amanah ini. Sampai detik ini pun saya tetap perjuangkan itu.

Dan kabar baiknya, dalam waktu dekat ini saya sendiri akan langsung merapat, akan menemu dan berkoordinasi ke Dinas PUPR Lampung Selatan. Memang hanya itu yang bisa saya lakukan, terus mendesak dan memperjuangkan agar hak masyarakat di dapil saya ini segera terwujud,” tegas Farizal Purba, S.E. mengakhiri penjelasannya.

Kini, penjelasan anggota dewan sudah ada, niat baik dan perjuangannya dinyatakan, namun harapan warga tetap satu: kapan jalan Dusun Gunung Mas benar-benar mulus dan bisa dilewati dengan nyaman?

Masyarakat kini menunggu tindak lanjut pertemuan Bapak Farizal Purba dengan pihak PUPR dalam waktu dekat ini.

mentrengnews.com
Mengutamakan Fakta, Menyuarakan Suara Rakyat

Penulis : Sholeh MTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *