BAKAUHENI, Lampung Selatan | MentrengNews.com – 7 Juni 2026, Jagat maya sempat dihebohkan kabar yang terasa “panas” dan mengguncang perhatian warga. Seorang camat dikabarkan terlibat Main Buka Bukaan di sebuah warung makan. Kabar itu menyebar cepat, seolah ada bukti nyata, semuanya berawal dari penglihatan dan penafsiran seorang warga bernama Markonah.
Camat yang dimaksud tidak lain adalah Sidik, S.H., M.M., pejabat yang belum genap setahun memimpin Kecamatan Bakauheni.
Sebelum isu panas itu beredar, Camat Sidik justru tengah sibuk berkeliling menggerakkan warga membersihkan lingkungan. Ia mendorong semangat warga mendukung program unggulan Bupati Lampung Selatan, Desa Helau, agar wilayahnya bersih, asri, dan tertata rapi.
Namun, yang jadi sorotan bukan keberhasilan program lingkungan, melainkan apa yang terjadi saat jam makan siang.
Awal yang Terlihat “Mencurigakan”
Hari Kamis lalu, usai berkeliling desa, Camat Sidik mampir ke sebuah warung makan sederhana. Seperti pelanggan lain, ia disambut ramah oleh pelayan warung. Di sinilah kisah yang kemudian dimaknai lain oleh Markonah bermula.
Sang pelayan menawarkan menu dengan nada biasa:
“Pak, mau dada atau paha? Mau yang kering atau yang basah?”
Tanpa ragu, Camat Sidik menjawab lugas:
“Saya mau paha saja, Mbak.”
Tak lama kemudian, Camat Sidik menambahkan permintaan:
“Mbak, saya minta kacang dong.”
Mendengar itu, pelayan menjawab santai:
“Ayo Pak, masuk saja. Silakan dibuka sendiri ya.”
Maka Camat Sidik pun melangkah masuk ke bagian dalam warung. Tak lama terdengar suara desahan, lalu ia berkomentar:
“Mbak, kacangnya enak banget ya!”
Pelayan pun menjawab:
“Iya jelas enak dong, Pak. Kan masih muda, segar, dan gurih.”
Lalu pelayan menambahkan:
“Kalau masih kurang, ayo buka saja sendiri.”
Isu Panas Versi Markonah
Dari percakapan dan gerak-gerik yang dilihatnya dari kejauhan, Markonah langsung membuat kesimpulan sendiri. Ia mengira ada hal yang tidak wajar terjadi. Dengan cepat, kabar itu ia sebarkan ke sana-sini, seolah-olah Camat Sidik sedang berbuat yang tidak senonoh dengan pelayan warung.
“Wah, Camat Bakauheni main buka-bukaan sama pelayan warteg!” begitu bunyi isu yang berkembang, membuat warga sempat bergunjing dan penasaran.
Setelah diselidiki lebih dekat, ternyata semuanya hanyalah kesalahpahaman yang menimbulkan isu tidak berdasar. Makna kata yang dimaksud sangat berbeda dari dugaan Markonah:
Paha adalah : Paha Ayam Goreng
“Masuk” → Maksudnya masuk ke bagian dapur, karena Camat Sidik sudah dikenal sebagai langganan tetap, jadi diperbolehkan mengambil sendiri lalapan.
“Buka” → Maksudnya membuka pintu kulkas tempat disimpan sayuran segar agar tetap terjaga kualitasnya.
“Kacang masih muda” → Benar-benar kacang panjang muda yang renyah dan segar, bukan hal lain.
Desahan → Ternyata hanya karena kepedasan sambal yang dibuat sangat pedas sesuai selera warga setempat.
Singkatnya, Camat Sidik hanya mengambil lalapan kacang panjang segar, dicocol sambal, lalu merasa kepedasan. Itu saja!
Setelah fakta terungkap dengan jelas, Markonah pun merasa malu dan meminta maaf secara terbuka:
“Maaf ya, Pak Camat. Saya salah paham dan tergesa-gesa menyebarkan kabar. Besok-besok saya berjanji tidak akan menafsirkan hal yang belum jelas dan menyebarkannya begitu saja.”
Alih-alih citranya jatuh, kejadian ini justru membuat warga makin salut dan kagum. Terbukti Camat Sidik adalah sosok pejabat yang sederhana, tidak berjarak, dan dekat dengan rakyat.
Ia tidak segan makan di warung biasa, bahkan sering ikut bergotong royong makan bersama warga beralaskan daun pisang dalam kegiatan Gertak Helau.
Jadi, pesan yang bisa diambil: jangan buru-buru menafsirkan kata-kata biasa sebagai hal yang panas. Kadang, yang terlihat heboh ternyata cuma soal kacang panjang segar dan sambal yang pedas 😄
Berita ini adalah berita Gertak HELAU yang kami selingi dengan Karangan Cerita konyol,
Mohon maaf jika ada kesamaan nama,
Nama Markonah adakah : Fiktif
Redaksi Mentrengnews.com
Mengawal Suara Masyarakat, Menyajikan Berita Akurat, Aktual dan Terpercaya
Penulis: Sholeh MTV








