Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Dua Santri Al-Amin Cinta Mulya Hilang, Lemahnya Pengawasan Pondok Pesantren Di Pertanyakan

×

Dua Santri Al-Amin Cinta Mulya Hilang, Lemahnya Pengawasan Pondok Pesantren Di Pertanyakan

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan  |  Mentrengnews.com  – Mentrengnews.com 1 Februari 2026. Dua santri Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya, Kecamatan Candipuro, kabur sejak Kamis (tanggal tidak disebutkan) pagi subuh dan baru dilaporkan hilang setelah lebih dari 24 jam, hingga tanggal 31 Januari 2026 sudah mencapai empat hari tiga malam tanpa jejak.

“Kejadian ini mengungkapkan celah besar dalam pengelolaan dan pengawasan di lembaga yang seharusnya menjadi tempat pembinaan karakter serta perlindungan bagi santri.

Example 300x600

Kedua Santri yang hingga kini belum di temukan tersebut adalah Fahmi (warga Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan) dan Bayu (warga Lampung Timur). Ciri-ciri Fahmi terakhir tercatat mengenakan sweater biru dan celana abu-abu dengan rambut botak.

Kepala Desa Kedaung, Edy Kuswanto, yang mengonfirmasi kasus ini kepada Mentrengnews.com, menyatakan bahwa peristiwa awal terjadi pada pagi subuh hari Kamis.

“Saya minta tolong kepada masyarakat Lampung Selatan jika kebetulan melihat dua anak tersebut, harap segera menghubungi Polsek terdekat,” tegasnya, sambil mengimbau warga di sekitar Kecamatan Candipuro dan Titiwangi untuk turut berperan dalam pencarian.

Sementara itu, orang tua Fahmi tengah dalam perjuangan mencari keberadaan anaknya.

“Saya masih di perjalanan ini pak, saya terus menyisir ke beberapa teman nya, namun anak saya belum juga saya temukan hingga saat ini.

Anak saya meninggalkan pondok pesantren terhitung sejak Kamis subuh,” ucapnya dengan nada sedih saat di hubungi oleh mentrengnews.com Minggu sore.

Pihak pondok pesantren baru mengambil langkah resmi dengan membuat Laporan Polisi setelah lebih dari sehari santri hilang. Yang lebih mengkhawatirkan, kasus ini muncul karena kedua santri diduga bermain game di luar lingkungan pondok pesantren dan takut menghadapi teguran dari orang tua.

“Kejadian aktivitas yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan pesantren serta kemampuan santri untuk melakukannya tanpa terkendali, adalah bukti nyata lemahnya sistem pengawasan yang diterapkan pihak pengelola.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan pembinaan para santri, Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya harus memberikan klarifikasi terkait mekanisme pengawasan yang berjalan, serta mengambil tanggung jawab penuh atas kejadian ini hingga kedua santri ditemukan dalam keadaan selamat.

( Soleh : Mentrengnews.com Lampung )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *