Lampung Selatan | MentrengNews.com – 8 Juni 2026, Aroma ketertutupan menyelimuti kegiatan sidak di lokasi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, yang digelar Senin (8/6/2026). Sikap yang tidak terbuka dari pihak terkait justru memunculkan dugaan kuat ada hal yang disembunyikan, bahkan menuai penyesalan dari tokoh pemuda setempat.
Seperti diketahui, sidak dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan warga sekitar yang mengeluhkan bau limbah yang menyengat serta diduga buruknya sistem sanitasi dan pengolahan air limbah di lokasi tersebut. Namun alih-alih terbuka, sejumlah wartawan yang hendak meliput dan mendokumentasikan kondisi lapangan justru dihalangi. Larangan disampaikan secara tegas oleh petugas keamanan bersama Asisten Lapangan bernama Mawarni.
Sikap tersebut mendapatkan tanggapan tegas dari Wawan, Kepala Pemuda Desa Bangunan. Ia menyatakan sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan Tim Satgas.
“Saya sangat menyesalkan sikap dan tindakan dari Tim Satgas tersebut. Seharusnya tidak boleh seperti itu. Kenapa harus dilarang? Apakah ada yang ditutup-tutupi di dalam MBG tersebut sehingga wartawan tidak boleh tahu?
Kami sangat menyesalkan hal itu. Sebagai putra daerah, sebagai ketua pemuda desa Palas Bangunan, saya sangat menyesalkan hal seperti itu terjadi,” ujar Wawan dengan nada tegas.
Sementara itu, saat MentrengNews.com berusaha mengonfirmasi kepada Camat Palas, Ns. Rosalina, S.Kep., M.Kep, ia menjelaskan bahwa dirinya tidak hadir dalam kegiatan sidak tersebut.
“Saya nggak ikut hadir mas, soalnya lagi ada acara yang lain,” ujar Rosalina secara singkat saat dihubungi.
konfirmasi juga dilakukan kepada Ns. Metti Asmira, S.Kep., Kepala UPTD Puskesmas Palas yang hadir mewakili Satgas Kecamatan. Namun jawaban yang disampaikan dinilai tidak nyambung dan tidak menjawab inti pertanyaan mengenai alasan pelarangan terhadap wartawan.
“Saya ke sana mewakili Satgas Kecamatan, sesuai dengan bidang kami bagian kesehatan yang kami tinjau, hasilnya sudah diserahkan ke Satgas di Kecamatan,” tulis Metti dalam pesan singkatnya.
Ketika ditanya kembali, “Saya tahu Ibu ikut sidak sesuai bidang kesehatan. Pertanyaan saya: kenapa wartawan dilarang meliput? Apakah Ibu dan tim Satgas menutup-nutupi sesuatu? Tolong dijelaskan,” belum ada tanggapan lebih lanjut yang memuaskan.
Sikap tertutup ini justru memperkuat dugaan publik. Program ini dibiayai anggaran negara dan sangat berkaitan erat dengan kesehatan ribuan siswa penerima manfaat. Jika semuanya berjalan sesuai standar, seharusnya tidak ada alasan untuk menghalangi akses media yang berperan sebagai pengawas sosial.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu penjelasan yang jelas, terbuka, dan menjawab hakikat persoalan dari pihak yang berwenang.
Sumber: Konfirmasi langsung dengan narasumber dan pantauan lapangan
Redaksi: MentrengNews.com
Penulis : Soleh MTV








