Yogyakarta | MentrengNews. Com – Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar, MA mengapresiasi inovasi AMIN BOX (Alat Monitoring Infak Nirkabel) karya mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam Expo Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN se-Indonesia 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan Menag saat mengunjungi stan pameran EXPO UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Dalam kesempatan itu, Menag tidak hanya melihat demonstrasi teknologi AMIN BOX, tetapi juga mencoba langsung memasukkan uang infak ke dalam kotak amal digital tersebut.
Setelah uang dimasukkan, sistem secara otomatis membaca karakteristik warna uang kertas, mengidentifikasi nominal, dan memperbarui jumlah infak yang terkumpul. Hasil penghitungan tersebut kemudian dapat dilihat melalui layar LCD maupun aplikasi berbasis web yang terhubung dengan perangkat. Menag mengapresiasi inovasi tersebut dan berharap AMIN BOX dapat dikembangkan lebih maksimal sehingga dapat dimanfaatkan secara luas di masjid dan musala di Indonesia.
“Ini merupakan inovasi yang menarik karena teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu pengelolaan infak agar lebih transparan dan mudah dipantau. Saya berharap AMIN BOX terus dikembangkan sehingga nantinya dapat diterapkan di masjid dan musala. Dengan begitu, pengelolaan infak masyarakat dapat berlangsung lebih baik, transparan, dan akuntabel,” ujar Menag.
AMIN BOX merupakan prototipe kotak amal digital berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mendeteksi nominal uang, menghitung total infak secara otomatis, menampilkan data, serta memberikan peringatan apabila terdeteksi getaran abnormal pada kotak amal.
Inovasi ini berangkat dari persoalan penghitungan infak secara manual yang membutuhkan waktu, berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan, serta belum menyediakan pemantauan dan sistem keamanan secara langsung. Melalui AMIN BOX, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi teknologi yang dapat membantu pengurus masjid dan musala dalam mengelola dana infak secara lebih efisien.
Sistem ini menggunakan beberapa komponen utama, yaitu ESP32 sebagai pusat kendali, sensor warna TCS3200 untuk membaca karakteristik RGB uang kertas, sensor getaran SW-420 untuk mendeteksi getaran abnormal, layar LCD untuk menampilkan nominal dan total infak, serta buzzer sebagai alarm keamanan. Data yang diproses juga dapat dipantau melalui jaringan Wi-Fi menggunakan aplikasi berbasis web.
Cara kerjanya dimulai ketika uang dimasukkan ke dalam kotak dan dibaca oleh sensor warna TCS3200. Selanjutnya, ESP32 memproses karakteristik warna untuk mengidentifikasi nominal uang, kemudian memperbarui akumulasi total infak.
Informasi tersebut ditampilkan melalui LCD dan aplikasi web sehingga pengelola dapat memantau jumlah infak yang terkumpul. Jika terdeteksi getaran abnormal, sistem memberikan peringatan melalui mekanisme alarm keamanan. Dengan demikian, AMIN BOX tidak hanya menawarkan kemudahan penghitungan infak, tetapi juga menghadirkan fungsi pemantauan jarak jauh dan peningkatan keamanan kotak amal.
Karay inovasi AMIN BOX dikembangkan oleh tiga mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar, yaitu Muhammad Rosyid, Intan Fauziah, dan Zahratul Aini dengan dosen pembimbing Venny Haris, M.Pd., Ph.D.
Ketiganya menghadirkan inovasi yang menghubungkan pengembangan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam pengelolaan infak di lingkungan masjid dan musala.
Bagi pengurus masjid atau takmir, teknologi ini berpotensi membantu mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual, mempercepat proses penghitungan, serta menyediakan informasi jumlah infak secara lebih terbuka. Sementara bagi masyarakat, sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan terhadap pengelolaan dana infak karena informasi penerimaan dapat dipantau secara lebih transparan.
Keikutsertaan AMIN BOX dalam Expo OASE III PTKIN se-Indonesia 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar untuk memperkenalkan hasil kreativitas dan inovasi kepada masyarakat luas. Apresiasi Menteri Agama terhadap karya tersebut sekaligus menjadi perhatian positif bagi pengembangan inovasi mahasiswa yang berorientasi pada kebutuhan umat.
Melalui AMIN BOX, mahasiswa menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya dikembangkan untuk kepentingan industri dan bisnis, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola lembaga keagamaan dan pelayanan sosial masyarakat.
UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman. Kehadiran AMIN BOX di Expo OASE III 2026 menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus membawa nama baik kampus di tingkat nasional. (Redaksi)










