LAMPUNG SELATAN | Mentrengnews.com – 22 Mei 2026, Menjawab tantangan pengembangan destinasi wisata yang kian berkembang, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Sekretariat Daerah resmi menggelar pelatihan teknis bagi jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bidang Pariwisata Tahun 2026. Kegiatan berlangsung Kamis (21/5/2026) di Aula Bappeda Kabupaten Lampung Selatan, dirancang khusus untuk menyempurnakan kapabilitas petugas dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan berstandar tinggi di setiap kawasan wisata daerah.
Mengacu pada surat permohonan narasumber nomor 800/638/IV.01/2026 tertanggal 18 Mei 2026, kegiatan ini menghadirkan tenaga ahli dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan.
Materi yang disajikan mencakup aspek krusial: etika pelayanan dan keramahan (hospitality), prosedur penanganan bencana, penanggulangan kebakaran, teknik penyelamatan, hingga pertolongan pertama pada kecelakaan. Seluruh materi dikemas dengan pendekatan teori dan praktik langsung, disesuaikan dengan karakteristik kawasan Agro Edu Wisata dan potensi risiko yang ada di dalamnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Muhammad Darmawan, MM., menegaskan bahwa kehadiran Satpol PP di sektor pariwisata memiliki makna strategis lebih luas dari sekadar penegakan aturan.
“Petugas harus hadir sebagai wajah pelayanan yang ramah sekaligus penolong yang sigap. Penguasaan keterampilan penanganan darurat menjadi syarat mutlak untuk menjamin rasa aman wisatawan, yang pada akhirnya menopang citra positif pariwisata Lampung Selatan,” ujarnya.
Dalam paparannya, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., menekankan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama ekosistem Desa Wisata.
“Satpol PP berperan ganda: penegak regulasi sekaligus mitra strategis masyarakat. Pengawasan usaha wisata, penertiban fasilitas, hingga pengendalian gangguan ketertiban seperti parkir liar atau pungli, kami lakukan dengan pendekatan dialogis dan humanis.
Ini adalah investasi jangka panjang agar wisatawan percaya dan kembali berkunjung, yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga desa,” jelas Erwan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor mulai dari dinas teknis, unsur keamanan, hingga Kelompok Sadar Wisata.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lampung Selatan, Nurma Suri, S.E., mendalami aspek teknis keselamatan, khususnya penanganan kecelakaan di perairan.
Melalui kerangka kerja sistematis yang diperkenalkan, dikenal dengan akronim R-T-R-G-T (Reach, Throw, Row, Go, Tow/Carry), petugas dibekali metode pertolongan yang aman dan efektif.
Mulai dari menjangkau korban dari darat, melemparkan alat apung, mendekat dengan perahu, hingga evakuasi akhir, seluruh tahapan dirancang berbasis penilaian risiko demi keselamatan korban maupun tim penolong.
“Kesiapsiagaan tidak boleh menunggu bantuan datang. Kami pastikan setiap petugas mampu bertindak cepat dan tepat di saat kritis,” tegas Nurma Suri.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya indah secara alam dan budaya, tetapi juga unggul dalam pelayanan dan keselamatan.
Diharapkan, penguatan kapasitas ini menjadikan Satpol PP Pariwisata sebagai garda terdepan yang andal, sehingga setiap sudut kawasan wisata di Lampung Selatan senantiasa menjadi ruang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengunjung, baik lokal maupun mancanegara.
Redaksi mentrengnews.com
Menyuarakan Fakta, Menyuarakan Suara Rakyat
Penulis : Soleh MTV








