Kota Solok | MentrengNews. Com — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Solok resmi meluncurkan program inovasi baru di bidang ekoteologi yang berfokus pada kepedulian lingkungan. Acara peluncuran tersebut berlangsung khidmat di halaman kampus MTsN Kota Solok pada Kamis (18/6/2026).
Program inovatif ini mengusung tema pengolahan limbah sampah plastik menjadi media pembuatan kompos, sebagai langkah nyata madrasah dalam mengurangi sampah sekaligus memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekolah.
Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok, Defit Arison, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumatra Barat, Amril, yang didampingi oleh Kasi Pendidikan Madrasah.
Defit menjelaskan bahwa tema ekoteologi yang diangkat ini tidak semata-mata urusan lingkungan, melainkan memiliki landasan spiritual yang kuat.
“Tema yang diusung ini berpedoman pada Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 56 (tentang larangan berbuat kerusakan di bumi). Harapan kami, seluruh warga MTsN Kota Solok, terutama generasi emas kita, mampu dan peduli terhadap lingkungan. Kita ingin mewujudkan madrasah yang bersih, nyaman, dan berdaya guna, sehingga sampah yang ada di lingkungan sekolah dapat diolah dan ditingkatkan nilai ekonominya,” ujar Defit Arison.
Kepala Kanwil Kemenag, Amril, memberikan dukungan penuh serta motivasi tinggi terhadap terobosan yang dilakukan oleh MTsN Kota Solok. Menurutnya, madrasah ini telah berhasil mensinergikan program strategis Kementerian Agama ke dalam lingkungan pembelajaran yang aplikatif.
“Program inovasi ekoteologi ini diharapkan dapat memberi dampak jangka panjang bagi kehidupan siswa di masa depan. Menjaga alam dan bumi adalah bukti nyata rasa syukur kita atas rahmat Allah SWT,” tutur Amril.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Guru IPA MTsN Kota Solok, Yetti Laswita Putri, mengungkapkan bahwa keberhasilan peluncuran program ini tidak lepas dari komitmen bersama seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di madrasah.
Yetti menyoroti fenomena mulai lunturnya pemahaman generasi muda saat ini mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Oleh karena itu, program ekoteologi hadir sebagai solusi konkret.
“Melalui program ini, kami merangkul dan memperkenalkan cara mengolah lingkungan agar bernilai guna bagi masa depan generasi emas. Inovasi ekoteologi ini kami perkenalkan lewat pembelajaran kokurikuler, yang langsung dipadukan dengan praktik nyata. Siswa diajak langsung menyulap sampah yang mereka hasilkan sehari-hari menjadi sesuatu yang berdaya guna,” pungkas Yetti.
Dengan dimulainya program ini, MTsN Kota Solok diharapkan dapat menjadi pilot project bagi madrasah-madrasah lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama (teologi) dengan pelestarian lingkungan (ekologi).(helda/yetty)








